HOME
Home » Buku Bercerita » Dibalik Diet Berat Badan Ideal Ikha Dengan Susu Kedelai

Dibalik Diet Berat Badan Ideal Ikha Dengan Susu Kedelai

Posted at Januari 31st, 2019 | Categorised in Buku Bercerita

Ikha ingin sekali memiliki badan yang kurus. Tetapi, aku lebih menyarankan Ikha memiliki berat badan ideal hasil program diet susu kedelai yang ada di Jakarta. Badan kurus belum tentu dianggap sehat. Tetapi, bila Ikha memenuhi standar berat badan ideal, kurusnya dianggap lebih sehat. Tentnya, diet Ikha dianggap sebagai upaya menurunkan berat badan juga. Hanya saja, berat badan Ikha turun sesuai aturan kesehatan. Aturan kesehatan yang dimaksud adalah terpenuhinya gizi-gizi yang dibutuhkan.

Waktu itu, Ikha menyangkal pendapatku. Ia seperti terpengaruh ucapan mentor diet. Entah, apakah Ikha tidak memahami persoalan pemabahasan gizi atau mentor diet yang tidak memahaminya. Ikhaꟷmenurut mentor dietꟷberanggapan bahwa ia tidak dibolehkan memakan karbohidrat. Aku pun menyangkal pendapat Ikha. Kalau dalam ajaran agama, pelarangan itu menyesatkan. Mengapa? Karbohidrat salah satu gizi penting untuk tubuh. Karbohidrat juga terdapat di banyak makanan dengan variasi kadarnya. Kalau sampai Ikha tidak memakan karbohidrat dalam jangka lama, bukan hanya berat badan saja yang hilang, kesehatan ikha pun bisa terganggu.

“Mentor elu paham gak sih masalah gizi makanan?”

“Paham lah. Emangnya elu?”

“Satu minggu aja elu gak makan karbohidrat, elu lemas, layu.”

“Kata siapa?”

“Diet Berat Badan Ideal Menyehatkan Mengajarkan Kita Tentang Bagaimana Mengatur Cinta Ideal”

Aku merasa kesulitan menasehati Ikha agar ia berdiet dengan mementingkan berat badan ideal. Artinya, ia harus mengkonsumsi salah satu gizi penting yaitu karbohidrat. Sampai akhirnya, waktu yang mencegah cara konyolnya.

“Ubay, gue sakit.”

“Nanti diet lagi ya. Gak usah makan karbohidrat biar badan lu berat berbobot.”

“Kok Ubay gitu sih?”

“Lu kan manusia vegetarian, manusia pemakan daun.”

“Ih apaan sih lu. Gue juga makan yang lain.”

“Iya lu makan alpukat. Alpukat juga ada karbohidrat. Malam kok makan alpukat. Aneh. Berat badan lu emang bakalan turun. Tapi lu jadi kurus dan layu.”

“Biarin badan gue kurus kering. Gue mah gak ada keindahan.”

“Lu sakit masih aja ngeyel. Sadar woi, lu sakit karena gak makan karbohidrat, sedikit asupan protein.”

“Lu nyuruh gue makan mulu. Lu mau nyuapin gue?”

“Makan sendiri. Mau gue suapin pake tangan?”

“Najong, bau jigong.”

“Diet Berat Badan Ideal Mengajarkan Kita Untuk Selalu Merawat Cinta Dengan Menu-Menu Keromantisan Penuh Warna”

Sakit telah menyadarkan Ikha sepertinya. Ia mulai menyentuh nasi sebagai asupan karbohidrat. Sebenarnya aku menyarankan Ikha agar mengalihkan ke pengganti nasi seperti ubi ungu, roti gandum dan makanan lainnya yang tinggi serat dan karbohidrat yang tidak mudah larut. Nasi cenderung mudah larut sehingga mudah lapar. Padahal, musuh utama para pecinta berat badan ideal adalah ‘mudah lapar’ dan ‘banyak makan’. Tetapi, Ikha lebih memilih nasi. Maklum, lidah orang Indonesia masih belum bisa lepas dari nasi.

“Ah, elu mah. Nyaranin makan nasi. Berat badan gue naik 1 kilo.”

“Sedikit aja makan nasi nya. Kalau sedikit makan nasinya, gak mungkin berat badan jadi bertambah. Lu mah gak dengerin saran gue. Gue saranin ganti makanan pengganti nasi kaya roti gandum, ubi dan lainnya. Nasi mudah mudah dicerna jadi mudah lapar.”

Akhirnya, aku percaya kalau Ikha bisa mengatasi berat badan dirinya yang terlihat agak gemuk. Ia sudah memahami bahwa diet tetap membutuhkan karbohidrat. Aku percaya kalau ikha berdiet memenuhi standar kesehatan. Dengan mengetahui berat badan ideal, para pecinta diet bisa dengan mudah mengontrol aktifitas konsumsinya lewat mengetahui berat badan idealnya.

Beberapa hari berikutnya, Ikha berganti haluan program diet. Ia lebih memilih diet berat badan ideal menggunakan susu kedelai dan vitaminnya. Ikha mengikuti porgram diet berat badan ideal bersama Herba Beauty yang ada di Jakarta. Itu jauh lebih baik karena memenuhi standar kesehatan, bisa mengontrol berat badan ideal. Takaran gizi untuk tubuh bisa diketahui dan terpenuhi dengan sering mengkonsumsi susu untuk diet berat badan ideal.

“Mana?” Ikha mengirim pesan di Whatsapp.

Sebelum Ikha mengirim pesan, aku sudah mengirimkan informasi seputar room yang sedang berbagi koin gratis alias Lucky Bag di Kitty.

“Habis,” balesku.

“Hmm.”

“Mandi dulu sono.”

“Entar sekalian mo keluar. Gue mao diet paket susu herbabeuty aja ah.”

“Iyes, bagus. Itu gizi tercukupi.”

“Tapi mehong kalo jadi member.”

“He he he.”

“Sue.”

“Lu udah tau diet kenyang dewi hughes belum? Dewi hughes sekarang punya berat badan ideal. Lu harus niru dia agar lu punya berat badan ideal.”

Ikha tidak menanggapi ucapanku. Ia langsung share room yang sedang berbagi koin emas alias Lucky Bag.

“Beralihlah Ke Jalan Cinta Yang Benar Sesuai Peralihanmu Ke Jalan Diet Berat Badan Yang Benar

Ketika berat badan Ikha menurun hasil mengikuti program diet di Herba Beauty, ia akan kurus dengan kondisi tubuh yang segar dan sehat. Banyak sekali wanita yang memiliki berat badan di bawah normal ketika menjalankan program diet. Mereka cenderung memikirkan kondisi tubuh kurus. Padahal, diet tidak selalu untuk menurunkan berat badan. Namun yang pasti, ketika wanita mengikuti program diet berat badan ideal, mereka akan memiliki tubuh yang seimbang: tidak gemuk dan tidak kurus. Aku berharap Ikha tidak seperti wanita korban diet. Aku menginginkan Ikha memiliki berat badan yang ideal. Aku tidak menginginkan Ikha kurus. Buatku, tidak ada kamus kurus bila memenuhi berat badan ideal.

Waktu berlalu begitu saja tanpa diatur keinginan. Aku mencoba membuat susu kedelai. Aku ingin mengikuti program diet yang Ikha ikuti. Entah, untuk apa aku melakukan ini? Hanya saja, ini adalah bentuk satu suara atas cintaku bersama Ikha selagi bisa dijalankan. Satu suara cinta ini dalam fase mahasiswa. Aku pernah menjelaskan fase-fase kecintaan pada Ikha. Aku masih menyimpannya sebagai kenangan.

#FaseMahasiswa, mulai hari ini bertema “Belajar Cinta dan Kedewasaan”. Cinta kedewasaan itu ketulusan. Cinta kedewasaan itu tanggungjawab. Cinta kedewasaan itu membangun masa depan dengan kuadran penghasilan: materi (topup, opet) dan immateri (apa yeeee). Krn masih mahasiswa, masih belajar kerja serabutan cinta.

Sebelumnya, aku sudah membuat susu kedelai. Aku pun membahas persoalan susu kedelai di blog bisnis milikku. Aku membuat susu kedelai berawal dari anjuran dokder. Kata dokter, aku harus mengurangi konsumsi karbohidrat dan memperbanyak protein. Aku berpikiran, bagaimana mendapatkan protein? Aku tidak memiliki banyak uang untuk memakan daging setiap hari. lantas, aku mendapatkan ide untuk memakan kedelai. Tragisnya, kacang kedelai rebus tidak empuk dimakan, tidak seperti kedelai di tempe. Akhirnya, aku membuat susu kedelai sebagai konsumsi protein.

Selama proses pembuatan susu kedelai, aku dikejutkan dengan pesan whatsapp. Padahal, ponsel sedang dijalankan untuk mencari koin gratis di Kitty.

“Sering, Kehidupan Bisa Mengalihkan Perhatian Cinta Seperti Nikmat Bakso Melupakan Aturan Diet Berat Badan Ideal”

“Asiik gue turun 2 kilo baru 4 hari konsumsi herbabeuaty.”

“Coba liat susunya. Syukur klo turun. Kurus tp harus berisi, seger.”

“Gw masih program yg 10 hari dulu, itu juga 10 hari minum udah mehong. Nanti kalo udah gajian baru sepaket. Biar sekalian member. Sepaket mehong 1,500.000.”

“Murah. Yg penting lu tampil langsing dan hobaah. Biar byk spender.”

“Anjir.”

”Asal lu disiplin dan tahu berat badan ideal.”

“Ayo dong makanya bantuin gw hahaha.”

“Kan bantuin tiap hari udeh. Emang bantu yg bentuk gimane? 😊”

“Koin sehari 5k wkwkw.”

“Iyeee. Kan belum ada hp buat opetnya.”

“Yaudah cus cari opet,” ajakan Ikha untuk opet. Opet kata lain dari copet. Tetapi, ini hanya sebutan leluconan.

Aku sering bekerjasama dengan Ikha untuk opet pencarian koin emas di Kitty. Aku dan Ikha melakukan peropetan global. Biasanya, peropetan menarget negara Indonesia,  Arab dan Thailan.

Aku senang dengan kemanjaan Ikha. Kemanjaannya padaku menunjukkan bahwa dia enjoy denganku. Rasa manjanya membuatku bahagia. Aku rela mengorbankan waktu dan tenaga mencari koin emas di Kitty agar Ikha terus bermanja-manjaan padaku. Aku akan selalu bahagia bersamanya, bersama kemanjaannya. Aku tidak memikirkan apa-apa atas pemberianku untuk Ikha kecuali urusan mendapatkan kebahagiaan untuk batinku. Walaupun aku bahagia dengan rasa manja Ikha padaku, aku tidak mau menjelaskan padanya persoalan sikap manjanya yang membuatku bahagia, betah bersamanya. Aku khawatir ikha tidak suka dibilang “manja” atau “bermanja-manjaan”.

Memang, aku sering berantem kecil bersama Ikha. Habis berantem, aku dan Ikha tersenyum kembali. Aku beranggapan bahwa hubungan pertemanan memang selalu ada api-api kecil yang menyentuh kulit. Artinya, hubungan pertemanan pasti ada beradu emosi, marah dan lainnya pada teman yang lain. Ini bisa diidentikan bahwa hubungan pertemanan sudah menyentuh hati.

Tetapi, aku tidak mau mengucapkan bahwa hubungan pertemanan kita sudah menyentuh hati. Aku cukup memendamnya dan menjadi cerita yang rahasia. Terkadang, aku bercanda bersama Ikha dengan ucapan “Kamu sahabat sehatiku.” Sekali lagi, aku tidak ingin Ikha tidak suka dengan istilah “menyentuh hati”. Lagi pula, kita hanya sebatas pertemanan.

“Tidak Ada Cinta Berlebihan Yang Sehat, Seperti Halnya Kuruskan Berat Badan Berlebihan”

Waktu terus berubah. Keadaan pun pada akhirnya berubah.

Aku duduk di samping sofa.

Aku ingin mengenang kembali kebersamaan bersama Ikha. Rasanya, hatiku lemes. Beberapa menit, tubuhku berbaring lemas. Sedih perasaanku. Tetapi, aku tidak bisa berbuat apa-apa atas perpisahan hubungan ini, berpisah benar-benar berpisah bersama Ikha. Aku ingin bertemu. Sayang, kita tidak pernah membahas tempat tinggal.

Aku melihat sofa di beberapa bagian, terutama bagian pojok. Tempat inilah dimana aku bekerja di pagi hari sambil mencari koin emas. Memang, tempat bekerja dan mencari koin emas masih mempertahankan tempat lama. Aku harus berpindah tempat agar koneksi wifi berjalan bagus. Bila koneksi berjalan bagus, aku bisa mendapatkan koin emas dengan baik. Biasanya, aku berjalan bolak-balik ketika ada kesempatan untuk mendapatkan koin emas. Ketika memutuskan pindah ke samping sofa, aku tidak lagi berjalan bolak-balik demi mendapatkan koin emas.

Badan diriku tiba-tiba merinding. Buku kuduk berdiri. Dadaku seperti diremes-remes. Aku merasakan kerinduan yang besar pada Ikha setelah perpisahan itu. Aku tidak bisa menghilangkan rasa ini sebelum ada penggantinya. Seharusnya, aku mengungkapkan kerinduan ini dengan sambutan hangat dari Ikha agar perasaanku tidak menderita.

Aku melihat seluruh badan. Badan diriku semakin gemuk. Aku tidak lagi menjalankan program diet berat badan ideal lagi.

Sebenarnya, badan diriku bukan tipe mudah gemuk sebelum menjalankan program diet berat badan ideal. Hanya saja, setelah berhenti menjalankan program diet, badan diriku tiba-tiba menggemuk. Aku berhenti menjalankan program diet berat badan ideal karena selalu memikirkan Ikha. Mencoba menghilangkan, tetap tidak bisa. Aku stres berbulan-bulan memikirkan Ikha membuatku mudah lapar. Aku banyak menghabiskan uang untuk berwisata dan makan-makan demi menghilangkan rasa rindu pada Ikha. Baru kali ini aku merasakan kehilangan yang bisa membuatku stres dan mudah lapar. Aku banyak makan. Mungkin karena ini, badan diriku tergolong mudah gemuk.

Memang, meninggalkan Ikha adalah kesalahan terbesar dalam hidup percintaanku. Aku ingat, setelah putus dengan mantan tahun 2012, belum ada pengganti yang bisa menghibur hatiku. Aku sudah berkali-kali mencari jodoh. Tetap, aku belum menemukan sosok penganti sebagai penghibur hatiku, membahagiakan hatiku. Setelah Ikha datang, aku merasakan sosok pengganti mantan yang jauh lebih baik. Walaupun sama-sama berhubungan jarak jauh, Ikha jauh lebih nyata untukku. Aku merasakan kebahagiaan karena sudah menemukan sosok yang mampu menggeser masa laluku. Ikha sangat berharga untuk kehidupan percintaanku.

“Kuruskan dan Gemukkan Badan Dengan Kegelisahan Pikiran Dan Perasaan Karena Cinta”

“Wajah lu mirip mantan,” kataku waktu Ikha beraktifitas live streaming di Kitty.

“Masa?”

“Iye, mirip mantan waktu masih gemuk.”

“Enak aja lu, ngatain gue gemuk.”

“Mantan gue, pea. Mantan gue waktu masih gemuk mirip elu. Sue banget sih lu.”

“Oh gitu. Masih cantikan gue kemane-mane kale.”

“Eh, enak aje lu. Sama kale.”

Aku menunjukkan foto mantan. Ikha tidak terima dibanding-bandingkan dengan mantan.

“Ih, apaan sih lu. Masih cantikan gue kemane-mane kali. Gue yang cantik.”

“Tapi mirip kan?”

“Jauh, kayak bumi dan langit.”

Aku meninggalkan Ikha setelah ada orang yang meneleponku. Katanya, aku harus menjauhi Ikha. Aku dilarang mengikuti live streaming Kitty bersama Ikha. Kalau maksa, Ikha yang justru pensiun dari live streaming. Karena merasa dilecehkan karena beberapa ucapan setelah itu, aku memutuskan untuk berhenti. Setelah itu, aku berantem dengan Ikha. Entahlah, aku tidak mau mengingat-ingatnya lagi. Akhirnya, aku memutuskan untuk berhenti berkomunikasi lewat media apapun. Untuk apa?

Semua nomer kontak dan chat Ikha dihapus. Aku ingin meninggalkan semua jejak yang bisa membuatku berkomunikasi.

Sebenarnya, aku mengharapkan Ikha menghubungi kembali dalam waktu beberapa minggu. Ternyata, selama sebulan, Ikha tidak menghubungiku. Saat inilah, aku mulai merasa sangat kehilangan. Kepalaku pusing. Badan pun menyambut dengan melas tak berdaya. Dadaku seperti meluap-luap ingin memeluk kenyataan. Aku tidak bisa berkomunikasi dengan Ikha karena jejak kontaknya sudah dihapus.

Tragisnya, Ikha pun berhenti live streaming di Kitty. Selama 3 hari, aku mantau dari pagi sampai malam. Aku tidak menemukan sosok Ikha. Setelah aku cek akun Ikha, ternyata sudah tidak ada nama Ikha. Perasaan kehilangan bercampur stress berdatangan makin membesar setelah ini. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak bisa melihat sosok imutnya, tidak bisa melihat sosok lucunya.

Takdir memang menentukan waktu pertemuan dan perpisahan. Takdir kali ini, aku diberikan waktu untuk menjalani arti sebuah pertemuan. Aku bertemu Ikha kembali di tempat acara pelaminan sepupuku yang ada di Jakarta. Aku bersama keluarga besar pergi ke Jakarta. Rupanya, pertama kali ke Jakarta, aku  mendapat keberuntungan. Aku bertemu Ikha tepat di acara pelaminan. Kita sama-sama terkejut. Entah, awal perjumpaan tidak ada kata apapun kecuali badan kaku sambil tersenyum tertahan penuh rasa bahagia.

Walaupun berbahagia berjumpa Ikha kembali setelah 2 tahun berpisah, aku tidak merasakan kebahagiaan karena cinta. Aku hanya merasakan getaran ketidakberdayaan. Entah lah, aku hanya berbincang biasa bersama Ikha. Lagi pula, berat badan Ikha sudah terlihat di atas berat badan ideal. Aku lihat, Ikha sudah berperut buncit. Mungkin, ia sudah menemukan jodoh yang terbaik.

“Bang, sini bentar.”

“Tumben panggil abang.”

“Gak baik. Gak liat lu sudah punya berat badan di atas normal?”

“Ih, baru aja ketemuan udah ngomong gitu. Ayo dong bang.”

Aku pun mengikuti langkah Ikha. Entah, Ikha mau berbicara apa.

Tiba-tiba, Ikha memukuliku berkali-kali.

“Jahat!”

Tangis ikha pecah. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya mengikuti irama tangisnya. Ia berusaha berpicara tapi tidak bisa.

“Bang, hiks hiks hiks. Kenapa sih ego elu gede banget? Gak ngertiin sedikit aja. Lu Cuma nemenin gue, lu ngilang. Kenapa sih elu gak coba rendahin dulu, demi cinta abang ke gue. Ngalah. Katanya lu cinta ama gue? Lu… lu… lu! Sue lu. Hiks.” ungkap Ikha dengan patah-patah.

Tangis Ikha pecah lagi. Ia menutup mukanya.

“Udah, gak usah nangis gitu. Lu udah menemukan hidup yang baru bersama suami lain. Tuh liat, berat badan elu udah di atas normal. Lu tahu kan, berat badan ideal? Seorang cewek yang udah memiliki berat badan di atas normal biasanya banyak makan atau punya anak.”

Beberapa menit, Ikha mencoba meredakan tangisnya. Ia mulai bisa berbicara.

“Abang! Gue seneng bisa bertemu abang. Kaget, kok bisa bertemu disini? Plis, Abang gak usah bikin gue sebel dulu. Bahagiain gue bang walau buat hari ini. Bang, berat badan gue naik sue. Ih, ini bukan bunting. Gue banyak makan gara-gara abang! Lu sendiri bunting anak siapa?”

“Berat badan elu gak ideal lagi, alias berat badan abnormal alias gendut, gara-gara gue? Kok sama? Tapi tulung, pea lu jangan diambang abnormal. Masak cowok bunting?”

“Lu yang pea. Masak lu langsung nuduh gue bunting? Liat nih bentuk perutnya. Ini lemak semua, ha ha.”

“Lu nape ampe berat badan elu gak ideal lagi. Lu gemukan tuh kenape?”

“Dibilangin gue mikirin abang. Gue stres banyak makan. Gue udah malas diet susu kedelai lagi.”

“Kok samaan sih? Berarti kita jodoh dong?”

“Kagak!”

“Kenapa?”

“Lu nyebelin. Gue gak ada yang bela di saat strees mikir bang Ubay. Gue dijodoh-jodohin. Gue ketindes. Tapi masak gue mau jombo terus? Gela-gela cuma karena elu, gue jadi perawan tua.”

“Perawan tua?”

“Ih, tuh kan. nyebelin.”

“Dah, yuk ah kawin lari.”

“Lemes bang. Ketemuan ama abang bikin badan gue jadi pemes.”

“Sini gue gendong.”

“Najong!”

“Pengen tahu seberapa berat badan elu. Kali aja berat badan elu satu kwintal”

“Ih, emang berat badan ini isinya beras bulog?”

“Kali lu nganakin bayi beras.”

“Sue lu!”

Akhirnya, kita berdua sama-sama berjumpa dalam kondisi memiliki berat badan yang di atas ideal. Kita menjadi orang yang gagal dalam mempertahankan berat badan ideal. Karena cinta, berat badan orang bisa menjadi naik atau turun. Intinya, karena cinta, orang tidak bisa mempertahankan berat badan ideal. Entah lah, banyak orang beranggapan seperti itu. Cinta mempengaruhi berat badan. Faktanya, sekarang berat badan Ikha pun menjadi kurus. Aku sendiri punya berat badan di atas normal setelah permasalahan cinta. Ah. Sudah lah, selamat datang berat badan abnormal.

No comment for Dibalik Diet Berat Badan Ideal Ikha Dengan Susu Kedelai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post to Dibalik Diet Berat Badan Ideal Ikha Dengan Susu Kedelai

mas kawin emas

Cincin Kawin Emas Hello Kitty Harapanku Dan Ikha

Posted at Februari 19, 2019

Anak seorang Kiai sering dianggap mirip orang tuanya. Artinya, si anak memiliki keahlian yang sama. Aku sering mendapatkan banyak pertanyaan soal hukum Islam karena... Read More

Ngidam Bakso Beranak Enak Dari Bisnis Ikha Jakarta

Posted at Februari 6, 2019

Aku dikejutkan dengan kehadiran mantan pacar Ikha di acara live streaming Kitty malam itu. Mantan pacar itu satu komplek dengan Ikha, Jakarta. Setelah itu,... Read More

Sakit Hati Ikha, Sakit Hatiku

Posted at Januari 21, 2019

Aku masih memikirkan bagaimana rasa sakit hati di hati? Sebagai manusia biasa, aku pernah merasakan kondisi dimana hatiku merasa tidak tidak enak akibat omongan... Read More

Ikhlas Dan Sabar: Kemenanganku Atas Kalahku

Posted at Januari 1, 2019

Inilah kisah sederhana yang aku racik. Saking sederhananya, tidak pernah kulempar pada siapapun termasuk sahabat karib. Keajaiban aku temukan dalam kisah ini, setidaknya keajaiban... Read More

Kinos, Teman Baru Cut Syifa Dalam Cerita Romantis

Posted at Oktober 24, 2018

Hari ini, aku harus berbelanja saldo pulsa. Saldo pulsa sudah di bawah 10.000. Sekarang ini, konter distributor berada di area jalan LPI Buntet Pesantren.... Read More