HOME
Home » Menulis Buku » 3 Cara Membuat Cerpen Yang Baik Untuk Buku Cerita

3 Cara Membuat Cerpen Yang Baik Untuk Buku Cerita

Posted at Agustus 3rd, 2018 | Categorised in Menulis Buku

tips menulis cerpen untuk cerita

Bagaimana cara membuat cerpen yang baik dan benar untuk pemula berdasarkan pengalaman pribadi dan kaitannya dalam rencana membuat buku cerita? Apa yang menarik dalam pembahasan ini? Pembahasan yang menarik dari hal ini adalah proses pengembangan dari pembuatan cerpen ke pembuatan buku cerita. Banyak beredar buku-buku kumpulan cerpen. Tetapi, apakah hal ini dianggap sebagai buku cerita? Bila pemahaman buku sekedar tumpukan, kumpulan artikel, buku kumpulan cerpen, ini bisa dianggap buku. Tetapi, apa kesimpulan yang akan di dapat para pembaca jika membaca bukunya? Hal yang pasti, buku harus bisa disimpulkan yang mana akan membuahkan karya baru yakni resensi buku.

Apakah pembahasan teknik dan cara membuat cerpen dianggap menarik? Menarik atau tidak, anda harus membuat cerpen yang baik dan benar. Hal ini menjadi patokan penting dalam kesuksesan menjadi penulis cerita, fiksi atau non fiksi. Berawal dari penulisan yang memenuhi standar baik dan benar, tulisan anda akan berbuah menarik. Pembahasan menarik dari cara membuat cerpen ini hanya sekedar imbuh, tambahan alias bonus. Fokus pembahasan lebih menitikberatkan pada penulisan cerpen yang baik dan benar walaupun mungkin tidak menarik menurut pendapat anda.

Tetapi, anda harus berpikir bahwa pembahasan cara membuat cerpen dan kebutuhannya untuk membuat buku cerita bukan pembahasan yang sederhana. Di sini, saya tidak bermaksud bahwa pembahasan saya dianggap spesial. Hanya saja, saya ingin mengingatkan bahwa pembahasan seputar tema ini bukan pembahasan yang sederhana. Mengapa bukan pembahasan yang sederhana? Teknik penulisan cerpen tetap dihadirkan untuk menghasilkan karya yang baik, benar dan juga menarik. Bila berencana ingin membuat buku cerita, cerpen yang seperti apakah yang dibutuhkan walaupun nanti berisi kumpulan cerpen? Tentu, cerpen yang dibuat harus bisa memenuhi dua hal: pengembangan menjadi novel atau memperbanyak cerpen yang memiliki keserasian antar cerpen. Jadi, hal ini bukan semata menjelaskan teknik membuat cerpen. Teknik membuat buku harus dipahami penulis.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kumpulan cerpen bisa saja dianggap sebagai buku. Tetapi, menurut Bambang Trim dalam buku 200+ Solusi Editing Naskah dan Penerbitan menyatakan bahwa kumpulan tulisan gado-gado seperti cerpen bisa dianggap sebagai buku karena sesuai standar untuk pecetakan untuk buku. Tetapi, hal ini bukan dikatakan buku alias “buku yang bukan buku”. Kumpulan tulisan gado-gado tidak bisa bisa menghasilkan sebuah inti atau kesimpulan pembahasan. Bila seperti ini, kumpulan cerpen gado-gado dianggap sebagai buku yang bukan buku.

Jadi, cara membuat cerpen yang diperuntukkan untuk membuat cerita benar-benar harus memenuhi standar penulisan untuk buku.

Lalu bagaimana teknik atau cara membuat cerpen yang baik dan benar plus menarik yang berkaitan dengan kepentingan membuat buku cerita? Sebelum membahas cara atau teknik, anda harus memahami terlebih dahulu mengenai buku cerita yang dimaksud. Di sini, saya mengambil dua fokus penulisan buku cerita yakni novel dan kumpulan cerpen ala novel. Bila sudah paham, anda bisa memahami cara membuat cerpen berdasarkan dua fokus tersebut. Bisa jadi, cara pertama hanya bisa digunakan untuk menulis novel sedangkan cara kedua digunakan untuk menulis kumpulan cerpen. Bisa juga, anda bisa memakai untuk dua fokus penulisan buku cerita sekaligus.

Memenuhi Standar Cara Membuat Cerpen Untuk Pemula Dan Pengembangannya

Terlebih dahulu, cara menulis cerpen untuk buku cerita harus mendasarkan terlebih dahulu pada cara yang berstandar untuk pemula. Dalam hal ini, penulisan dasar cerpen harus diketahui terlebih dahulu. Dalam penulisan cerpen, anda sudah mengenal istilah intrinsik dan ekstrinsik. Sebagai pemula, anda harus melakukan pembelajaran penulisan per unsur cerpen. Seperti misalnya mengenai pembahasan tema. Anda harus bisa menjawab: tema apa yang akan anda buat?; Apakah tema yang diambil bisa dikembangkan dalam penulisan buku cerita novel atau kumpulan cerpen?; Bagaimana kondisi pasar mengenai tema yang diambil? Pertanyaan-pertanyaan yang mempermasalahkan tema harus dikembangkan guna mematangkan aktifitas membuat cerpen. Masalah unsur lain pun harus diperlakukan sama yakni melakukan pendalaman dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

Bila sudah biasa menulis cerpen, apa cara selanjutnya?

1. Cara Membuat Cerpen Untuk Buku Kumpulan Cerpen

Pembuatan buku kumpulan cerpen dianggap cara yang paling sulit. Mengapa? Dalam berbagai cerita yang ada, cerpen harus menggambarkan tema besar yang anda ambil. Hal ini bisa sebagai cara membuat inti atau kesimpulan sebuah buku. seperti yang sudah dijelaskan, buku harus bisa menghadirkan penyimpulan sebuah pembahasan. Jadi, buku kumpulan cerpen harus seperti ini dengan kontrol tema yang sudah ditentukan.

Katakanlah, anda mengambil tema “persahabatan” sebagai tema besar. Bila mau agak lebih spesifik, anda bisa mengambil jenis lainnya seperti “persahabatan lawan jenis” walaupun tantangan menulis cerpen agak menjadi berat. Dalam pembuatan cerpen apapun perbedaaan unsur intrinsiknya, anda harus mengupayakan menulis yang menggambarkan persoalan persahabatan. Di dalam tiap penulisan cerpen, anda harus memasukkan sub tema sebagai warna dari tema persahabatan. Hal ini membuat aktifitas menulis cerpen terkesan saling kait-mengkait melengkapi tema persahabatan.

Mengapa antar cerpen bisa saling kait-mengkait dalam kontrol tema yang sama? Anda bisa meriset, berapa banyak cerpen tentang persahabatan di tulis? Ada banyak cerpen tentang persahabatan yang beredar dengan variasi cerita dan penulisnya. Bila memang anda ingin menguasai membuat cerpen persoalan persahabatan, kenapa tidak mencobanya? Bila menguasai, Anda bisa mewakili banyak penulis yang membuat cerpen tema persahabatan.

Berikut Contoh Sub Tema Cerpen Tentang Persahabatan:

  • Cinta segitiga persahabatan
  • Cinta lawan jenis persahabatan
  • Cinta terlarang persahabatan
  • Cinta, persahabatan dan konflik
  • Sahabat berubah jadi cinta
  • dll

Sub tema cerpen membawa nilai, pesannya sendiri-sendiri yang akan mewarnai tema besar yang dijadikan sebuah buku kumpulan cerpen. Hal ini senada dengan proses membuat buku pada umumnya. Masing-masing sub judul membawa pembahasannya sendiri yang bisa saja berbeda dengan tetap menyesuaikan diri pada tema besar buku.

Dari berbagai cerita alias cerpen yang ada dalam buku, peresensi bisa melakukan penyimpulan sebuah buku kumpulan cerpen. Tentunya, penulis melakukan penulisan resensi seperti ia melakukan resensi untuk buku pada umumnya.

2. Cara Pengembangan Cerpen Untuk Buku Novel

Pengalaman 7-9 tahun lalu ketika masih duduk di bangku perkuliahan alias masih s1 semester akhir dan juga setelah kelulusannya, saya pernah membuat cerpen dari inspirasi puisi. Sebelum lancar menulis cerpen, saya sudah terbiasa mengolah kata menjadi puisi dengan kualitas masih di bawah standar. Walaupun masih sekelas di bawah standar, puisi itu bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan membuat cerpen. Walaupun agak dipaksakan dalam menulis cerpen sesuai kisah dalam puisi, saya berhasil menyelesaikannya. Tentunya, saya merasa bangga dengan kemampuan dan karya saya sendiri.

Dari pembahasan di atas, apakah anda sudah mengerti maksudnya? Bila belum mengerti, sepertinya harus kembali menjadi pemula tingkat balita. Becanda. Intinya, anda bisa merubah puisi menjadi cerpen. Bila seperti itu bisa, karya cerpen dirubah menjadi novel pun bisa. Tidak ada yang mustahil bukan? Apalagi, cerpen adalah gambaran dari sebuah cerita fiksi novel.

Bila mau mahir membuat novel, anda harus mahir terlebih dahulu membuat cerpen. Di dalam novel, anda bisa menemukan unsur-unsur novel yang dibutuhkan. Unsur-unsur penulisan novel tidak ada yang berbeda dengan cerpen. Jadi, penulis cerpen sudah dipastikan bisa untuk menulis novel dalam standar pemenuhan unsur-unsurnya.

Perbedaan novel dengan cerpen terletak pada jumlah halaman saja. Karena jumlah halaman cerpen sedikit, pembahasan persoalan unsur-unsur pun harus padat. Cerpen harus mengambil spesifik dari tema. Misal, cerpen tema persahabatan. Anda harus mengambil hal yang paling spesifik dari persahabatan. Misal anda mengambil tema “pagar makan tanaman, menusuk dari belakang”. Itu pun harus dibagi lagi agar jauh lebih spesifik dalam hal lattar, tokoh, waktu dan yang lainnya. Akhirnya, hanya sedikit halaman saja, anda mampu menceritakan persoalan tema ini jauh lebih mendalam. Sedangkan novel kebalikan dari cerpen. Tema “pagar makan tanaman, menusuk dari belakang” harus mengalami pengembangan seperti tokoh, lattar, waktu dan yang lainnya. Makanya, tokoh utama novel memiliki bagian ceritaanya sendiri-sendiri sehingga layak disebut tokoh utama.

Lalu bagaimana cara melakukan pengembangan cerpen ke novel dengan baik dan benar?

#Pertama. Anda harus menemukan tema besarnya bila mendasarkan pada cerpen orang lain. Bila cerpen buatan sendiri, anda bisa dengan mudah menentukan tema besar sebuah cerpen. Misalnya, cerpen bertemakan “cinta persahabatan”.

#Kedua. Menimbang-nimbang sebuah sebuah cerpen sebelum pembahasan. Cara menimbangnya, seberapa bisa anda memahami ceritanya? Bila kesulitan menjawab, apakah bisa membuat resensi cerpennya? Walaupun cerpen milik sendiri, anda harus bisa meresensi. Setelah itu, anda bisa menimbang-nimbang mengenai kelayakan dalam pembuatan novel.

#Ketiga. Anda harus mempertahankan konflik dan solusi konflik sebagai kontrol pengembangan penulisan alur dan lainnya. Bila nanti ada perubahan konflik dan solusi konflik yang masuk akal dan memudahkan dalam pengembangan alur, anda bisa memanfaatkan ini bila mau.

#Keempat. Tidak perlu terpaku waktu dan latar. Penulisan novel membutuhkan pengembangan waktu dan latar. Jadi, bila berfokus pada satu waktu dan latar, anda tidak bisa mengembangkan penulisan menjadi novel. Bila waktu dan latar tidak menjadi hal penting dalam pengembangan novel, anda bisa merubahnya sesuai yang menjadi target anda.

Cara Membuat Cerpen Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Sekarang saya ingin bertanya, apakah membuat pengalaman terlebih dahulu atau membuat cerpen dahulu? Mungkin anda bingung untuk menjawabnya. Di sini, saya akan menjelaskan berdasarkan pengalaman saya dalam menulis cerita fiksi agar anda tidak perlu menjawab. Dalam hal ini, saya menulis novel.

Sekarang ini, saya sedang menulis novel yang mengisahkan sosok Clara Oktavia atau biasa saya disebut Dinda, Dinda Clara. Kisah ini berasal dari kisah nyatanya. Dalam hal ini, saya mengambil kisah atau pengalaman nyatanya yang pernah menjadi vj atau bisa disebut model live streaming di aplikasi Voov Indonesia. Bukan sekedar mengetahui bagaimana pengalaman sosok Clara Oktavia, saya sendiri ikut terlibat dalam obrolan bersamanya sehingga ini bagian menjadi pengalaman saya sendiri juga.

Hasilnya apa bila pengalaman nyata dibuat untuk kepentingan pembuatan cerpen bahkan novel?

Bandingan sebelum saya menulis novel berdasarkan pengalaman nyata. Saya gagal menyelesaikan novel. Karena terkesan garing, saya tidak lagi menulis novel dalam jangka lama. Dalam hati saya, buat apa bikin novel bila berasa garing? Mengapa garing alias berasa hambar? Penulisan novel hanya mendasarkan pada imajinasi semata alias menerga-nerka. Padahal, saya lumayan memiliki banyak pengalaman yang bisa dituliskan dalam sebuah novel. Saya lebih memilih penulisan berdasarkan hal-hal yang di luar pengalaman saya. Jadi, saya gagal membuat novel memang wajar, masuk akal.

Bagaimana pembuatan cerpen untuk novel? Jauh lebih serius lagi dalam membangun pengalaman. Sebelumnya, anda sudah memiliki pengalaman sebagai dasar untuk menulis cerpen dan novel. Karena menulis novel dianggap berat, pengalaman anda harus dimatangkan lagi bila dirasa dibutuhkan.

Pematangan pengalaman terjadi pada saya sendiri. Penulisan novel kedua alias novel Clara Oktavia memang mengambil kisah nyata saya sendiri dan Clara Oktavia. Namun, saya belum berpengalaman memakai spageti italia sebagai bagian dari novel kedua. Karena membutuhkan pematangan pengalaman, saya membeli spageti hanya untuk mencari data yang rill dan inspirasi. Karena sudah membeli spageti, saya malas membeli spageti kemasan lagi karena kurang enak.

Semakin banyak pengalaman untuk kebutuhan membuat banyak karya cerpen, penulisannya jauh lebih mudah. Begitu juga dalam penulisan cerpen fokus tema buku cerita, semakin banyak pengalaman sesuai tema buku kumpulan cerpen maka akan jauh lebih mudah menulis cerpen yang seperti ini. Makanya, anda harus berfokus pengalaman pada tema cerita yang akan dijadikan buku kumpulan cerpen.

Berikut cara membuat cerpen berdasarkan pengembangan pengalaman pribadi.

1. Mengambil Sebuah Konflik

Sebagai manusia, anda sudah pasti memiliki konflik. Hal ini bisa anda manfaatkan untuk membuat cerpen. Misal konfliknya berupa kegelisahan karena tidak punya uang sampai akhirnya menemukan jalan keluar.

2. Dibolehkan Menyembunyikan Identitas

Bisa jadi, anda merasa risih bila menjadikan diri anda sebagai tokoh dalam cerpen. Maka dari itu, anda bisa menyamarkan nama tokoh dan lainnya. Walaupun cerpen berdasarkan pengalaman, anda tidak harus menulis sesuai fakta sepenuhnya. Ini cara membuat cerpen yang perlu juga menjadi perhatian.

3. Membangun Pengalaman

Ketika penulisan cerpen dikhususkan membahas persoalan persahabatan, katakanlah, anda bisa konsisten membangun pengalaman yang berkaitan dengan persahabatan. Bagaimana cara melakukannya? Seperti pengalaman saya sampai bertemu Clara Oktavia, anda bisa mengikuti live streaming yang menitikberatkan pada kearaban. Tentunya, ada banyak cara dalam mencari target persahabatan. Di samping itu, anda harus memperbanyak membaca buku yang berhubungan dengan hubungan sosial sebagai pengalaman lainnya.

Mengapa anda membutuhkan pengembangan pengalaman? Simpel. Anda akan membuat cerpen dalam jumlah banyak. Harus esktra pengalaman sebagai cara memudahkan penulisannya. Tentunya, pengalaman mendalami sebuah informasi.

4. Memvariasikan Penulisan Cerpen

Anda jangan menggunakan gaya penulisan yang sama. Tentunya, cara membuat cerpen seperti ini sebagai upaya mencegah dari kebosanan pembaca dalam membaca cerpen.

Tidak lupa, anda bisa memvariasi dengan beberapa bahasa lokal. Mungkin, anda ingin mengangkat citra lokal yang bisa terasa unsur keindonesiaan, kenusantaraannya. Sekarang ini, banyak penulis lebih menitikberatkan cerita berunsur luar negeri.

Bagaimana dengan memvariasikan tokoh? Sebenarnya sulit bila berurusan dengan tokoh. Mengapa? Setiap tokoh memiliki karakter yang perlu anda kuasai sebagai pembahasan. Bila berganti-ganti karakter di setiap pergantian tokoh, anda harus mempelajari ulang lagi. Cara mengatasinya? Anda cukup mengganti nama dan lainnya. Tetapi, anda tidak perlu mengganti karakter yang sudah anda kuasai. Sambil berjalan, anda bisa mempelajari karakter lain.

Memperhatikan Aturan Cara Membuat Cerpen Untuk Lomba

Cara membuat cerpen untuk lomba biasanya harus mematuhi standar aturannya. Masing-masing pihak penyelenggara memiliki aturannya dalam menyelenggarakan lomba menulis cerpen, kadang berbeda atau sama. Sebagai pemula, cara membuat cerpen seperti ini jauh lebih sulit dilakukan daripada membebaskan penulisan sesuai selera si penulis. Tetapi, inilah tantangan yang harus dihadapi. Bila sudah terbiasa tantangan dari orang lain, sekaligus dari diri sendiri, anda akan siap menulis secara profesional dengan tekanan tinggi sekalipun.

Lalu apa hubungannya pembuatan cerpen untuk lomba dengan pembuatan cerpen untuk buku cerita? Di sini, anda sama-sama mendapat tantangan. Dalam kegiatan lomba, anda mendapat tantangan menulis sesuai standar aturan yang ditentukan penyelenggara. Dalam pembuatan buku kumpulan cerpen, anda mendapat tantangan menulis cerpen yang bersesuaian dengan tema besar buku. Bayangkan sendiri, apakah ada hubungannya? Tentunya ada yakni sama-sama mendapat tantangan.

Ketika sudah terbiasa mendapat tantangan menulis cerpen di dalam perlombaan, anda akan siap membuat banyak cerpen yang mewarnai tema buku cerpen anda. Jadi, anda bisa manfaatkan kegiatan lomba untuk siap menghadapi tantangan.

Alangkah baiknya, anda hanya menarget perlombaan cerpen untuk tema tertentu saja. Kebanyakan penyelenggara lomba menentukan tema sesuai minat pasar. Tema yang diangkat biasanya tidak jauh dari cinta. Kalaupun ada penyelenggara lomba cerpen khusus untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia dengan tema “Perjuanganmu Di Hari Kemerdekaan”, pembuat cerpen mencari celah agar bisa memasukkan nuansa percintaan dalam tema ini. Jadi, anda bisa menarget tema cinta pada perlombaan cerpen atau memasukkan unsur cinta dalam tema lomba yang di luar percintaan.

No comment for 3 Cara Membuat Cerpen Yang Baik Untuk Buku Cerita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post to 3 Cara Membuat Cerpen Yang Baik Untuk Buku Cerita

Pengertian Menulis Secara Umum Menurut Ahli

Posted at September 25, 2018

Pengertian menulis memang bisa diartikan agak banyak. Namun, bila pengertian menulis dijelaskan, hal ini bisa menjadi beberapa jalur yang berbeda. Tentu, dua jalur ini... Read More

Jurus Jitu Menulis Buku Cerita Anak Bagi Pemula

Jurus Jitu Menulis Buku Cerita Anak Bagi Pemula

Posted at September 19, 2018

Memasuki era milenium saat ini, profesi menulis buku bukan saja untuk mereka yang gemar menulis melainkan siapa saja bisa menjadi penulis buku, termasuk buku... Read More

Cara Membuat Kerangka Karangan Buku Cerita Fiksi

Cara Membuat Kerangka Karangan Buku Cerita Fiksi

Posted at September 10, 2018

Bagaimana cara membuat buku? Cara yang paling efektif adalah membuat kerangka karangan buku. Masalahnya, anda membuat buku cerita yang bersifat fiksi. Bagaimana kah kerangka... Read More

Cara Membuat Novel Lewat Pengalaman Terdekat

Posted at September 5, 2018

Bagaimana cara membuat novel? Bila mau membuat novel, anda harus bisa membuat buku cerita pada umumnya terlebih dahulu sebagai cara pertama. Mengapa? Menulis novel... Read More

Perbedaan Buku Fiksi

Persamaan Perbedaan Buku Fiksi Dan Non Fiksi Terbeda

Posted at Agustus 31, 2018

Mau tahu cara membuat buku? Ketahui dahulu persamaan dan perbedaan buku fiksi dan non fiksi. Kalau seputar pembahasan persamaan dan perbedaaan fiksi dan nonfiksi,... Read More