HOME
Home » Buku Bercerita » Doa Dan Ucapan Ulang Tahun Untuk Dinda Clara

Doa Dan Ucapan Ulang Tahun Untuk Dinda Clara

Posted at Oktober 12th, 2018 | Categorised in Buku Bercerita

Dalam gelap malam, aku memikirkan perkataanku pada Dinda waktu itu. Ini persoalan kado doa dan ucapan ulang tahun untuk Dinda Clara yang bertepatan di tanggal 12 Oktober. Waktu itu, aku menawarkan pada Dinda Clara soal kado ulang tahun yang diinginkannya. Aku ingin memberikan kado yang diinginkan Dinda Clara serta serangkaian ucapan ulang tahun untuknya.

Dinda Clara menginginkan kejutan kado dan ucapan ulang tahun, aku tidak menginginkan kejutan dalam hal ini. Aku dan Dinda Clara dalam hal ini memiliki perbedaan. Karena perbedaan ini, aku memutuskan tidak memberikan kado fisik untuk ulang tahun Dinda Clara. Pemberian doa dan ucapan ulang tahun dianggap cukup untuk kado ulang tahun Dinda Clara. Aku tidak peduli Dinda Clara menganggapku pelit atau tidak. Kebaikan hati dianggap paling penting dalam pemberian ini. Tapi, aku percaya, Dinda Clara tidak menganggapku pelit.

“Aku hanya ingin menguji hati Dinda Clara dengan kado doa dan ucapan ulang tahun.”

Aku tidak perlu terus terang mengatakan bahwa kado doa dan ucapan ulang tahun untuk Dinda Clara sebagai pengujian untuk hati Dinda Clara. Lagi pula, aku tidak mengetahui apakah Dinda Clara bisa lolos dengan pengujian ini. Bahasa penerimaan dan penolakan hanya Dinda dan Tuhan yang tahu. Kalaupun Dinda Clara mengucapkan penerimaan atau penolakan di depanku, aku tetap tidak mengetahui dengan pasti kondisi hatinya.

“Berikanlah kado doa dan ucapan ulang tahun untuk orang terdekatmu karena ini sebaik-baiknya kado”

“Kak Ubay, napa ya orang suka cuma ngomong ‘harapanku, moga kamu gini dan gitu. Intinya, seperti bukan kalimat doa. Kalau doa kan, Tuhan kita disebut sebagai tempat pelampiasan doa.’”

“Nih lagi nyindir kadoku yang berupa doa dan ucapan ulang tahun juga kan?”

“Ha ha… Kalau ngerasa kesindir, ya mau gimana lagi? Tapi jawaban Kak Ubay bakalan gak nyindiri aku juga kan?”

“Aku jawab saja pertanyaan Dinda. Kalau kesindir, syukurin aja, berarti kamu masih memiliki keterikatan atas kasus ini.”

“Maksudnya?”

“Kamu sendiri kalau berdoa cuma berkata, ‘semoga kamu gini atau gitu’.”

“Tuh kan, Kak Ubay nyindir. Tapi, iya juga lah. Tapi gak buat semuanya kok. Ah, napa pula bahas gini. Jawabannya mana?”

“Jawabannya, ketika kamu nyebut doa model gitu, mengarahnya kemana?”

“Ke orang yang didoain dan disampein ke Allah. Gitu lah”

“Nah, hatimu sudah berkata bahwa berdoa memang harus ke Allah.”

“Jadi, walaupun aku gak nyebut Allah dalam doa, tetap dianggap nyembut?”

“Iya, karena doamu sudah mengarahkan ke Allah. Hatimu meyakini kalau doa itu diarahkan pada Allah. Pikiranmu sudah membayangkan kalau doa dikabulkan Allah. Jadi, tetap dianggap menyebut Allah. Hanya saja, utamanya Dinda harus berdoa dengan menyebut nama-nama Allah.”

“Bagaimanapun kalimat ucapan doa bila hati pikiranmu meyakini berdoa pada Allah, tetap berdoa pada Allah”

Dalam pergantian malam demi malam, aku selalu diliputi cerita-cerita bersama Dinda Clara. Ya, Dinda Clara harus memenuhi jadwal live streaming setiap hari. Biasanya, Dinda Clara memulai live-nya di waktu malam. Tentu, sebagai viewers setia, aku harus selalu menemaninya demi meramaikan suasana live streaming. Dalam kasat mata pekerjaan, tugas menonton Dinda Clara mungkin dianggap beban. Namun aku menontonnya dengan kerelaan hati.

“Kak Ubay tuh baik banget. Care sama aku. Makasih banget atas semuanya. Semoga Allah membalasnya. Ini satu sisi positif dari Kak Ubay. Negatifnya, kenapa Kak Ubay sangat mendalami tentang kehidupanku? Kesannya tuh hidupku seperti dipantau, diawasi terus.”

“Ini sekedar profesi, Dinda. Buat menulis. Udah, gak usah kamu pikirin bagaimana aku ke Dinda. Aku juga cuma mikir profesi.”

“Iya, maksudnya, menulisnya kok sampai sedetail itu tentang kehidupan aku?”

“Ya aku kan dari dulu minta saranmu, gimana seharusnya.”

“Ya harusnya tulisannya di-fiksi-kan, Kak. Jangan bener-bener sesuai kenyataan. Misal sekarang ya aku lagi kelelahan habis tugas di kampus. Nah, jangan ditulis sesuai itu. Tulis kek, kalau aku habis nge-gym atau apa lah yang positif. Gitu.”

“Iya, sekarang sih lagi malas bikin fiksi karena harus berbentuk cerpen. Nanti habis ini. Yang dahulu nanti dirubah menjadi fiksi.”

Aku menuruti permintaan Dinda Clara walaupun malas menulis tulisan fiksi. Tulisan dahulu pun difiksikan. Aku mendadak mengulang penulisan dari awal. Perjuangan yang melelahkan. Setelah selesai semua, aku memperlihatkan hasil.

“Aku sudah baca. Sip, bagus fiksinya. Ternyata, ada host baru. Cieh, yang nemu host favorit baru. Ninis ya?”

“Iya, teman lama di aplikasi lama masih dipertahankan. Silaturahmi. Tentu, di aplikasi baru, aku harus mencari host baru. Kebetulan sudah deket dengan host baruku. Betul. Namanya Ninis. Aku gak mau bebani pikiran Dinda.”

“Jangan jadikan momen ulang tahun sebagai momen basa-basi jalinan karena hidup di dunia terlalu singkat”

“Maksud gak mau bebani pikiranku, gimana?”

“Aku gak suka Dinda mikir ke arah yang lain. Aku berusaha agar segala usahaku untuk Dinda, ini semata-mata seperti untuk adikku sendiri. Aku berharap Dinda mikirnya begitu.”

“Emang gak suka ya kalau aku mikirnya gitu?”

“Gak suka. Makanya, sadar, he he…”

“Sampai kapan Kak Ubay membantuku!”

“Sampai Dinda menemukan jodoh, menikah bersama cowok yang membuatmu jauh lebih sukses. Bila sudah gini, tugasku seperti selesai. Aku sangat bahagia.”

“Makasih, Kak.”

Aku ingin melihat Dinda Clara tidak hanya mengurusi rumah tangga. Aku merasa sedih saat mendengar Dinda Clara berkata, ‘aku ingin bekerja dulu baru nikah’. Seakan-akan bekerja hanya sampingan beberapa tahun saja sebelum akhirnya menemukan jodoh. Pernikahan memang cenderung menghancurkan karir bekerja wanita. Tetapi, seharusnya pemikiran bekerja tidak seperti ini. Seakan-akan, bekerja harus di luar rumah. Harus berapa banyak lagi wanita yang menganggur akibat pernikahan? Akankah aku tega membiarkan Dinda Clara menjadi bagian dari mereka? Kalaupun kondisi tidak memungkinkan bisa bekerja di luar, paling tidak Dinda Clara bisa bekerja di rumah dengan produktif dan membantu ekonomi keluarga.

“Itulah alasanya, aku menyarankan S2. Ini bukan sekedar gelar, tetapi, harus sebagai membangun skill bekerja.”

“Iya, Kak Ubay. Aku belum memiliki skill.”

“Iya. Harus. Biar bisa buka usaha.”

“Doain bisa jadi youtuber!”

“Harus S2 dulu.”

“Iya. Tapi kok maksa sih? Ibu aku juga gak pernah maksa.”

“Aku pakar pendidikan. Jadi tahu kemana arah terbaikmu. Kamu wanita berkualitas. Manfaatin kemampuanmu.”

“Ya pokoknya doain.”

“Ya pasti. Sebenarnya aku gak maksa. Apapun, itu terserah Dinda. Aku cuma membantu pemikiran.”

Setelah obrolan lama di live streaming, Dinda Clara mengakhiri. Aku istirahat beberapa menit. Tidak lama, aku membuka Instagram. Ternyata, ada DM dari Dinda Clara.

“Cantik ya host baru?”

“Kamu juga cantik.”

“Aku mah apa. Tapi, Kak Ubay gak apa-apa kok ada host favorit baru.”

“Tapi spesial favoritku emang buat Dinda.”

“Sumpah? Ah, aku mah apa.”

“Gak percaya juga gak apa-apa.”

“Cowok semuanya sama, gak bisa setia. Gak bisa dipercaya.”

“Gak ada cowok atau cewek yang setia. Hanya komitmen yang bikin setia. Itu pun banyak yang cerai.”

“Kak Ubay, kenapa sih belum nikah? Sudah umur 30 loh. Udah pas.”

Aku menjelaskan lagi mengenai kondisiku yang sebenarnya pada Dinda Clara. Aku menjelaskan kalau aku mengalami kondisi seperti orang lumpuh. Jangankan bekerja di luar, bekerja di rumah saja sering mengalami gangguan bekerja. Itulah yang menyebabkanku tidak mau menikah dalam kondisi seperti ini.

Ucapan Dinda mengingatkanku pada umurku yang sekarang mau berganti umur di bulan Oktober.

Di dalam waktu yang lain, meresapi kehidupanku yang sudah memasuki umur yang baru. Memasuki bulan Oktober, aku memasuki umur yang baru. Tepatnya, aku berulangtahun di tanggal 3 Oktober. Bulan lahirku sama seperti Dinda Clara. Hanya saja, Dinda Clara lahir 12 Oktober. Di ulang tahun ini, aku tidak memberikan kabar pada Dinda Clara. Walaupun aku sudah menyebutkan tanggal lahir ulang tahunku, Dinda Clara bisa lupa karena memang dia tipe orang pelupa. Harusnya aku memberi tahu. Tetapi, aku ingin meresapi kehidupanku yang sudah beranjak tua dalam kesendirian.

“Ulang tahun adalah refleksi. Doa dan ucapan selamat ulang tahun motivasi”

“Kak Ubay, doa dan ucapan ulang tahun buatku sudah jadi?” tanya Dinda Clara.

“Udah, Dinda. Nanti pas malam tahun baru, aku mau mengiklankan doa dan ucapan ulang tahun untukmu di Facebook. Insya Allah.”

Bagiku, kado ulang tahun yang berharga tidak selalu barang fisik berharga. Doa dan ucapan ulang tahun pun bisa dirasa berharga dan spesial. Apalagi cara memberinya kreatif dan penuh ketulusan, tentunya jauh lebih berharga lagi. Doa dan ucapan ulang tahun akan selalu tersimpan di jiwa karena Allah memperhatikan setiap doa hambanya. Bila seperti ini, kado doa dan ucapan ulang tahun bisa jauh lebih berharga dari kado fisik berharga tetapi tidak terpakai. Banyak kado ulang tahun hanya menjadi pajangan kamar atau rumah. Itu masih mending. Sebagian kado ulang tahun tersimpan di gudang, benar-benar tidak terpakai. Aku merasa miris bila sampai tidak terpakai. Seharusnya, kado ulang tahun yang tidak terpakai bisa diberikan untuk orang yang membutuhkan. Karena ini, aku memilih memberi kado doa dan ucapan ulang tahun untuk Dinda Clara.

Akhirnya, doa dan ucapan ulang tahun untuk Dinda Clara selesai dibuat.

Doa Ulang Tahun 12 Oktober Untuk Dinda Clara Oktavia

 

Bismillahirohmanirohim.

Ya Allah, Engkau Ya Rohman, Ya Rohim. Engkau pemegang segala harapan makhluk termasuk pemegang harapanku di hari ulang tahun wanita solehah ini.

Ya Allah, Engkau zat yang memiliki sifat maha. Dengan ke-maha-anMu, hambamu tidak bisa mengukur bagaimanapun sifat ke-maha-anMu. Termasuk, hambamu tidak kuasa membayangkan bagaimana pengabulanMu atas doaku.

Ya Allah, Engkau zat yang maha mendengar. Dari sejauh ujung antara barat dengan timur, Engkau mendengar suara bisikan rahasia yang tak seorang mahluk pun bisa mendengar sekalipun didengar orang yang memiliki suara bisikan rahasia itu. Termasuk bisikan pengaduanku di hari ulang tahun untuk wanita solehah ini, Engkau mendengarnya.

Ya Allah, Engkau zat yang mengetahui. Gerakan energi selembut virus yang menempel di selaput virus terkecil pun, Engkau mengetahui. Termasuk hamba yang sedang bersimpuh menghadap kiblat mengadu, Engkau mengetahui.

Ya Allah, engkau zat yang maha besar, tak benar sekali bila aku mengukur kemahabesaranmu dengan menganggap engkau berada di suatu tempat. Dalam pengaduan di ulang tahun wanita solehah, aku tertunduk dalam kemahabesaran zatMu, Ya Allah.

Ya Allah, engkau terbebas dari segala macam bentuk dan sifat-sifat yang menyerupai makhlukmu. Engkau wujud, aku diwujudkan. Engkau ada sebelum kata tempat itu ada. Engkau ada sebelum kata ada itu ada. Ada pengaduan dari hambaMu di ulang tahun wanita solehah ini, karena Engkau lah yang mengadakan, Ya Allah.

Ya Allah, engkau maha segalanya. Engkau mendengar, melihat dan berbuat untuk hambaMu yang lemah dan hina ini. Engkau mengabulkan doa-doa hamba dengan segala caraMu yang tidak bisa dipikirkan sedikitpun.

Ya Allah, di ulang tahun wanita solehah ini, Aku memiliki bisikan hati untuk seorang yang ada dijauh sana, seorang yang berada pada perbedaan pulau, yang terpisah antara pulau jawa dengan pulau sumatra. Kini, wanita solehah ini sedang memasuki umurnya yang ke 21 di tanggal 12 Oktober sekarang ini. Wanita solehah ini bernama Dinda Clara Oktavia.

Ya Allah, setiap waktu aku hembuskan doa untuknya, doa diberikan kebaikan dunia akhirat untuknya. Aku berdoa untuknya padamu, Ya Allah. Aku percaya, segala sesuatu yang terbaik adalah kebaikan. Sesuatu kebaikan yang terbaik adalah kebaikan akhirat. Dan tempat kebaikan di akhirat adalah di surgamu, ya Allah.

Maka jelaslah, engkau mengetahui maksudku bahwa aku, keluargaku dan terkhusus Dinda Clara Oktavia beserta keluarganya, ingin kebaikan di dalam surgamu karena tidak ada kebaikan lagi selain di surgamu. Syafaat dari NabiMu agar umatnya merasakan kebaikan surga, bersanding bersama nabi tercinta Muhammad Rosulullah. Tentunya, aku berharap kebaikan di akhirat dalam makna terhindar dari api neraka. Neraka adalah seburuk-buruknya tempat walaupun tetap lah itu adalah makhluk ciptaanMu, Ya Allah.

Ya Allah, ucapan doaku “Robbana Atina Fiddunia hasanah wa fil akhiroti khasanah waqina azabanar” mohon kabulkanlah untuku, untuk keluargaku, terkhusus untuk Dinda Clara Oktavia beserta keluarganya.

Di ulang tahun Dinda Clara Oktavia di 12 Oktober ini, aku ingin memberi doa secara khusus untuknya, Ya Allah.

Ya Allah, aku menginginkan bahwa dia yang sedang menjadi wanita terbaik diberikan keberkahan umur di setiap perjalanan waktu. Aku ingin umurnya diisi dengan banyak kebaikan yang bertujuan untuk akhirat. Engkau tahu, Ya Allah, aku menginginkan kebaikan dunia-akhirat untuknya.

Ya Allah, keberkahan umur adalah ketika ilmu yang dipelajari bertahun-tahun bermanfaat untuk yang diridoi-Mu, Ya Allah. Sebaik-baiknya ahli ibadah adalah ibadah orang yang memiliki ilmu ibadah. Maka dari itu, berikanlah manfaat pada ilmunya agar dia menjadi orang yang dibutuhkan banyak orang. Jagalah ilmunya dan tambahkanlah ilmunya bila ada yang masih kurang untuk kebutuhan kebaikan dalam ridoMu, Ya Allah.

Ya Allah, dikeberkahan umurnya, datangkanlah keberkahan juga untuk keluarganya. Dia seorang yang menyayangi keluarga. Kebahagiaannya adalah ketika keluarga bahagia. Aku menginginkan dia menjadi orang yang bisa menaikkan derajat keluarganya. Tentunya, sebaik-baik derajat kemuliaan adalah derajat kemuliaan di sisi Allah.

Ya Allah, dia menginginkan keluarga seperti kehangatan keluarganya. Maka dari itu, aku menginginkan, berikanlah jodoh untuknya yang bisa membangun keluarga seperti yang sudah dirasakannya sekarang atau lebih baik. Aku menginginkan perjodohannya dengan seorang laki-laki yang mampu membangun keluarga sakinah, mawadah dan warahmah yang semata-mata mencari ridomu, Ya Allah.

Ya Allah, lindungilah dia dari segala macam keburukan, kejahatan yang mengurangi keimanan dan ketakwaan. Janganlah mereka yang memusuhinya, zolim padanya terus-menerus mengusik kehidupannya. Biarkanlah mereka terusik sendiri bersama sikap benci, dzolim, tanpa harus melibatkan kehidupannya.

Ya Allah, deketkanlah dia bersama orang-orang baik yang kebaikannya selalu untuk keridoanmu, Ya Allah.

Ya Allah, aku tidak tahu harus bagaimana kehadiranku bisa memberikan yang terbaik untuknya. Aku hanya seorang yang kebetulan bertemu dan didekatkan “hatiku” dengannya dalam menjalin cerita. Itu pun, aku ragu, apakah itu jalan yang terbaik untukku dan untuknya. Tetapi, aku punya harapan tentang hal ini. Aku berharap, aku bisa memberikan kebaikan-kebaikan untuknya sampai selesai tugasku memberikan ini.

Harapanku, doaku sebagai bukti pemberian kebaikan untuknya, engkau ridoi.

Ya Allah, doa ulang tahun Dinda Clara, aku mengharapkan pengkabulan doaku ini dari-Mu. Tetapi, cukuplah ini sebagai niat ibadahku dan pemberian doa terbaik untuknya, apapun pengkabulan atas doa ini. Amin.

Alfatehah.

Ucapan Ulang Tahun 12 Oktober Untuk Dinda Clara Oktavia

 

Hari ini, tanggal 12 Oktober, awal tahun baru untukmu.Kesalahan masa lalu, biarlah berlalu. Masa depan, penuh harapan kebaikan, kebenaran untukmu. Mulailah dengan perjuangan ikhlas penuh semangat untuk menggapai harapan yang lebih besar tentang kebaikan, kebenaran.

Pikiran, perasaan dan perilakumu harus bertambah dewasa sesuai ciri khasmu yang lucu dan menggemaskan. Kedewasaan adalah pemaksimalan kebaikan, kebenaran dan peminimalan kesalahan, keburukan. Maka, kamu bisa memilih ini untuk pendewasaan.

Kemanapun arah perjuanganmu, baik di Riau, Jakarta atau dimanapun, keberhasilan bisa kamu raih dengan hati penuh keikhlasan. Hati ikhlas membuat arah perjuanganmu dalam hati kepasrahan. Dan, sebaik-baik keberhasilan adalah memasrahkan diri pada takdir Allah.

Jika cita-cita atau impian besar hanya sebatas mimpi, maka di usia saat ini, kamu bisa wujudkan cita-cita atau impianmu sebagai kenyataan untukmu. Rasakanlah kebahagiaan, kenikmatan memiliki cita-cita atau impian. Itulah sejatinya kamu memiliki cita-cita atau impian besar.

Mungkin, aku dianggap menyebalkan, membuat kamu kesal karena upaya kebaikanku untuk kehidupanmu yang lebih baik, bertentangan dengan kebiasaaan orang terdekatmu memberi kebaikan dan kebenaran untukmu. Tetapi, biarlah aku menjadi pembeda agar kamu memiliki cara pandangmu sendiri di tengah perbedaan pendapat kebaikan untukmu.

Buat Dinda, selamat ulang tahun yang ke 21 di 12 Oktober ini. Doaku sudah menyertaimu.

By. Ubay Zaman, viewer rangermu.

***

Beberapa hari berlalu dalam bulan Oktober.

Sengaja aku tidak melihat sampel foto kiriman Kak Ubay agar terasa kejutan. Lagi pula, Kak Ubay sudah mengizinkan untuk tidak melihat. “Males juga ah.” Akhirnya, waktu yang ditunggu datang. Perasaanku menjadi deg-degan. Seperti apa kiriman tulisan doa dan ucapan ulang tahun Kak Ubay untukku? Aku penasaran. Tangan ikut terasa dingin.

“Lihat lah sekalipun sedikit perhatian, siapa saja yang tulis memberi doa dan ucapan ulang tahun”

“Napa ya tadi Kak Ubay gak nemeni aku live? Mungkin lagi mempersiapkan kado tulisan doa dan ucapan ulang tahun.”

Malam seperti biasa mengajakku untuk live streaming. Malam ini, malam terakhir dalam umur 20 tahunku. Besok, aku sudah memasuki umur yang ke 21.

“Kado nya udah sampai belum?” tanya Mister X.

“Yah, Mister X. Gak mau langsung aja nih?”

“DM aja sulit disambut, harus dipaksa bales. Gimana aku ke rumahmu?”

“Ha ha… Iya udah, gak usah. Kado belum nyampe. Tapi sudah di kota Pekanbaru.”

“Kalau kado dari aku, udah nyampe gak Uni?” tanya Iwan.

“Oh iya. Iwan mah udah nyampe. Makasih ya wan”

Perbincangan seru di live streaming membuatku bahagia. Entahlah, aku harus bagaimana bila melepas diri dari dunia live streaming? Setelah selesai dari dunia sibuk perkuliahan, rencanaku mau membuat channel Youtube. Tetapi, aku ragu kalau bisa bertahan dengan update konten vidio. Pastinya, aku merindukan live streaming yang sudah aku lakukan selama setahun lebih.

Jam 10, aku mengakhiri live streaming. Lelah rasanya. Tetapi, aku senang. Di samping akan mendapat kado dari para viewers, tentunya, kebersamaan di room live streaming memberikan kesan tersendiri yang tidak mudah aku lupakan.

Aku tidak bisa tidur. Apalagi, jam malam ini, Kak Ubay mau memberiku kejutan. Aku melihat Instagram, Kak Ubay belum juga memberiku kejutan. Padahal, Kak Ubay mau memberiku kejutan di pukul 00.00.

Pagi datang.

Tingtong!

Aku kaget. Aku mendapat kiriman ucapan ulang tahun. Ada banyak ucapan selamat ulang tahun untukku, baik lewat Instagram, Line dan lewat media lainnya.

“Selamat ulang tahun!”

“Selamat ulang tahun, Ya Clara!”

“Wih, ulang tahun dalam kondisi jomblo nih. Selamat ulang tahun, blo”

Dari banyak pesan, aku tidak menemukan pesan ucapan ulang tahun dari Kak Ubay.

“Ya Allah, Kak Ubay tega banget gak nepatin janji. Emang sih, dia ngucapin Insya Allah. Tapi Insya Allah artinya bukan untuk berbohong.”

Ya sudah lah. Aku tidak memikirkan kiriman dari Kak Ubay dahulu.

Siang datang, perayaan ulang tahun pun bersambutan. Aku menjadi seperti seorang ratu. Perasaanku bahagia bila memasuki ulang tahun. Aku mendapat banyak kado, ucapan ulang tahun, makan-makan dan sebagainya.

Dalam sehari, aku mendapatkan banyak kebahagiaan dari keluarga, sahabat dan semua orang yang mengenalku. Makasih untuk semua.

Hari demi hari terlewat. Sudah 3 hari, Kak Ubay seperti tenggelam.

“Ya Allah. Jangan-jangan. Ah, gak mungkin! Tapi bisa jadi. Soalnya Kak Ubay pernah ngomong masalah umur dan kematian. Ya Allah, Kak!”

“Bego! Kenapa aku gak hubungi Kak Ubay?”

Aku mencoba menghubunginya. Tetapi, tragis, aku tidak mendapatkan hasil. Perasaanku makin tidak enak, badanku menjadi lemas. Tidak butuh waktu lama, aku menitikkan air mata. Kepalaku mendadak pusing.

“Aku harus bagaimana? Kak Ubay!”

***

Hari ulang tahun Clara Oktavia pun berlalu.

Air mataku meleleh ketika melihat DM berjejer yang tidak direspon.

“Gak Ubay tega. Gak nepati janji!” DM pesan Dinda Clara di aplikasi live streaming, di Instagram tetapi tidak aku tanggapi.

Aku sudah menduga bahwa Dinda Clara akan marah.

“Aku bisa jelasin!” balasku.

“Gak perlu! Padahal, aku nunggu berhari-hari kiriman doa dan ucapan ulang tahun, tapi gak ada. Aku tunggu di acara live streaming, gak muncul. Aku kira, Kak Ubay mau kejutan. Ternyata bohong! Sialnya, kenapa aku menangis ketika ingat soal kondisi Kak Ubay. Aku khawatir, jangan-jangan Kak Ubay meninggal. Ternyata masih hidup. Mau kasih alasan apa?

“Iya, aku ngerti. Aku maafin.”

Aku bercerita panjang soal alasanku tidak mengiriman tulisan doa dan ucapan ulang tahun.

Kepalaku sudah pusing semenjak perjalanan ke Cirebon. Badanku lemas dan pusing seiring perjalanan pulang. Ketika sampai di rumah, aku seperti tidak memiliki otot dan tulang. Tubuhku terjatuh. Ketika sadar, aku sudah berada di rumah sakit UMC Astanajapura.

“Ma, aku kenapa?” tanyaku dalam bahasa Cirebon ke Ibu.

“Kata dokter, kaliumnya rendah. Kamu kan emang ada gangguan kalium. Sekarang bertambah parah.”

“Sampai kapan dirawat?”

“Ya 3 hari, katanya. Kalau bisa dua hari, ya dua hari. Sesembuhnya aja.”

Selama tiga hari, aku berada di rumah sakit. Di dalam pembaringan, aku membayangkan tulisan doa dan ucapan ulang tahun yang akan dikirim Dinda Clara. Aku merasa sedih. Tetapi, aku harus bagaimana?

“Hp aku mana, Bu?”

“Di rumah. Masih di tas.”

Untung, ponsel sudah dimatikan sebelum aku pingsan. Itu bisa menjadi tanda kalau aku sedang tidak bisa dihubungi.

Setelah 3 hari dirawat, aku dibolehkan pulang.

“Begitu ceritanya, Dinda. Maaf, aku tidak bisa mengirim tulisan doa dan ucapan ulang tahun. Tapi aku berdoa untukmu ketika masuk hari ulang tahunmu.”

“Iya, aku sebenarnya ngerti. Tapi aku emosinya masih belum dikontrol, jadi menuduh Kak Ubay yang tidak pantas.”

“Nanti aku kirim kalimat doa dan ucapan ulang tahun buatmu.”

“Makasih, Kak. Tapi telat, hiks.”

Hanya sekedar mengirim tulisan doa dan ucapan ulang tahun, aku mendapat cobaan. Cobaan itu, aku gagal mengirimkan tulisan doa dan ucapan ulang tahun tepat di hari ulang tahun Dinda Clara. Aku merasa sedih ketika mengirim tulisan doa dan ucapan ulang tahun tidak pada waktunya. Terpenting, Dinda Clara bisa merasakan ketulusanku memberikan doa dan ucapan ulang tahun di tengah musibahku yang sudah aku alami.

“Apakah ini pertanda perpisahanku dengan Dinda Clara semakin dekat? Ya Allah, sebelum berpisah, aku ingin melihat Dinda Clara lulus S2 dan menikah. Tetapi, aku pasrahkan diri ini ditanganmu, Ya Allah.”

Aku buka blog milikku untuk mengirim tulisan doa dan ucapan ulang tahun. Dengan beberapa pengaturan, tulisan dipublish. Periklanan dipasang di Facebook. Aku menunggu diterima iklannya. Beberapa jam menunggu, iklan disetujui. Syukurlah. Aku harus memberi tahu Dinda Clara.

“Selamat ulang tahun, Dinda Clara. Semoga tulisan doa dan ucapan ulang tahun membuatmu bahagia. Maaf telat gara-gara musibahku. Jangan nangis ya. Tapi, aku percaya, kamu menangis. Asalkan nangis bahagia, aku bahagia. Colek @claraoktaviaaa”

“Ih, siapa pula yang nangis. Gak kok. Makasih ya.”

“Cuma makasih doang?”

“Ucapan ulang tahun untukku, Mana?”

“Aduh, lupa! Ha ha… Maaf Kak Ubay. Bener-bener lupa.”

“Kalo gitu, aku yang nangis, hiks hiks hiks.”

“Hu… malu ama umur.”

“Ha ha”

“Maafin Clara, ya Kak.”

“Gak apa-apa”

Tidak harus ada pembalasan kan bila mengatasnamakan ketulusan memberi kado dan ucapan ulang tahun?

No comment for Doa Dan Ucapan Ulang Tahun Untuk Dinda Clara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post to Doa Dan Ucapan Ulang Tahun Untuk Dinda Clara

Kinos, Teman Baru Cut Syifa Dalam Cerita Romantis

Posted at Oktober 24, 2018

Hari ini, aku harus berbelanja saldo pulsa. Saldo pulsa sudah di bawah 10.000. Sekarang ini, konter distributor berada di area jalan LPI Buntet Pesantren.... Read More

Cerita Kata Kata Cinta Buat Pacar Tersayang

Posted at Oktober 4, 2018

Aku tidak tega membangun cerita banyak seputar kata kata cinta buat pacar tersayang pada Dinda Clara Oktavia. Di samping kita tidak memiliki ikatan cinta... Read More

Cerita Cinta Jarak Jauh Yang Menyakitkan, Oh Dinda

Posted at September 20, 2018

Cinta jarak jauh yang mungkin dirasa menyakitkan sudah aku hindari. Aku tidak sedang mendramatisir sebuah cerita cinta jarak jauh masa lalu karena cerita cerita... Read More

Blog Cerita Inspiratif Spesial Clara Oktavia

Blog Cerita Inspiratif Spesial Clara Oktavia

Posted at September 18, 2018

Bagaimana blog cerita inspiratif spesial Dinda Clara Oktavia. Tentunya, saya membahas khusus di kategori blog ini seputar cerita yang berhubungan dengan Dinda Clara. Untuk... Read More

Menolak Cerita Lucu Masa Kecil Clara Oktavia

Posted at September 16, 2018

Banyak cerita lucu di masa kecil karena masa itu adalah masa lucu-lucunya. Setelah dewasa, kita pun bisa menertawakan masa kecil kita yang dianggap cerita... Read More