HOME
Home » Terapi Menulis » Terapi Sesuai Konflik Batin Dengan Menulis

Terapi Sesuai Konflik Batin Dengan Menulis

Posted at Maret 4th, 2019 | Categorised in Terapi Menulis
konflik batin

Konflik batin dalam dunia menulis yang dialami para pemula biasanya yang paling bermasalah adalah di sekitar perasaan hati alias batin. Rasa tidak percaya dengan kemampuan menulis, putus asa menulis, kesal menulis, tidak semangat, menurun minat dalam menulis, dan sebagainya.

Walaupun kunci utama untuk menyelesaikan konflik batin dalam menulis adalah terlebih dahulu harus menetralkan otak. Otak terlebih dahulu terbiasa dengan kondisi-kondisi rileks, gelombang alfa, tidak banyak pikiran, dan sebagainya. Baru kemudian mengatasi konflik perasaan. Saya akan menjelaskan masalah ini di bab berikutnya.

Di sini saya akan menjelaskan mengenai menulis dengan untuk kepentingan menetralisir konflik batin yang ada dalam diri Anda tentang dunia menulis.

Masih ingat bahwa kegiatan menulis pun bisa mengakibatkan stress, bingung, kesal, putus asa dan sebagainya?

Bagi yang sudah terbiasa menulis, sudah punya ilmu cara bersaing di dunia penerbitan, punya modal, dan lainnya maka tidak ada konflik batin dalam dunia penulisan. Menulis sudah menjadi makanan harian yang harus dikonsumsi.

Namun bagi pemula, tentu dunia menulis masih dianggap sebuah masalah dan tantangan besar. Rata-rata penulis pemula akan minder besar ketika melihat kenyataan masih banyak penulis senior yang belum pensiun dari menulis. Artinya apa? Jelas, penulis pemula akan bersaing dengan penulis senior. Bila begitu, siapa yang menang? Pembaca lebih tahu, siapa penulis idolanya.

Maka, sebelum Anda melangkah lebih jauh dalam dunia tulis-menulis, lebih baik membentuk mental penulis terlebih dahulu daripada kegiatan menulis. Seperti hanya Anda ingin meraih kekayaan. Maka Anda jangan terlebih dahulu berburu kekayaan bila belum membentuk mental kaya. Ini rumus yang berlaku dalam dunia tulis-menulis. Rata-rata pemula, mereka hanya memikirkan tentang apa yang ditulis dan bagaimana tetapi tidak memikirkan mengenai kenapa mereka menulis?

Baiklah, Anda sudah paham kan? Sehingga dalam pembahasan ini adalah membahas Teknik Satu Kata yang lebih kepada memperhatikan konflik perasaan Anda. Kalau pembahasan sebelumnya lebih kepada fisik dan pikiran. Kalau pembahasan ini lebih kepada perasaan dan pikiran.

Seperti yang sudah saya katakan, tujuan menulis dengan panduan buku ini adalah untuk terapi. Terapi untuk pembentukan mental penulis atau karena gangguan perasaan dalam dunia penulisan. Jadi, jangan terlebih dahulu menulis yang kepentingannya untuk pembaca atau kepentingan pengembangan pengetahuan. Anda harus fokus pada pengembangan diri Anda lewat teknik menulis.

Bila Anda sudah paham dan sudah menjalankan Teknik Menulis Salah dan Teknik Satu Kata dengan baik maka Anda bisa melanjutkan yang berkepentingan memperhatikan batin Anda.

Langkah Praktis Terapi Menulis Sesuai Konflik Batin Anda

Dalam pembahasan sebelumnya, Teknik Satu Kata memberikan aturan untuk menulis fokus satu kata di setiap kalimat yang ditulis. Jangan ada kalimat yang tidak memiliki kata yang menjadi fokus. Namun dalam pembahasan ini caranya berbeda walau sama-sama menulis benar. Anda harus melakukan cara yang seperti biasa namun dengan unsur perasaan yang menjadi permasalahan Anda. Tujuannya tentu untuk keluar dari konflik batin.

Coba Anda perhatikan baik-baik mengenai kondisi perasaan Anda dalam dunia menulis. Benar tidak, Anda mengalami konflik batin penulisan? Bila Anda tidak bisa langsung menjawab dan menjawab pun Anda dengan perkiraan, maka jelas bahwa konflik batin Anda dalam menulis hanya dibuat-buat saja. Pada dasarnya Anda tidak minat dalam menulis.

Nah, tidak minat dalam menulis pun merupakan konflik batin tersendiri. Sudah tahu bahwa Anda sudah melakukan menulis namun masih belum minat menulis. Maka ketidakminatan Anda dalam menulis sudah menjadi konflik dalam menulis. Bila Anda tidak minat menulis, kenapa masih menulis?

Biasanya orang yang mengalami konflik batin dalam menulis akan mudah menjawab. Seperti saya, konflik dalam menulis adalah menghadapi kepercayaan pembaca terhadap tulisan saya, mengenai rasa pesimis menulis karena daya ingat saya lemah, dan berbagai konflik perasaan dalam diri saya.

Konflik batin apa yang ada dalam diri Anda tentang dunia penulisan? Coba tulis seperti ini:

  • Malas menulis
  • Pesimis menjadi penulis
  • Tidak berani bersaing dalam menulis
  • Takut tidak diakui pembaca
  • Putus asa dalam menulis
  • Malu tulisannya dibaca orang lain
  • Tulisan takut dibacak bila disebarkan ke publik
  • Kecewa dengan hasil tulisannnya
  • Dll

Pastinya apa yang Anda tulis seperti di atas adalah sudah menjadi konflik batin Anda dalam dunia menulis. Bila sudah menulis semua yang menjadi konflik batin Anda, maka konflik batin apa yang dianggap paling besar? Anda perlu menentukan. Maka nanti penyelesaian dimulai dengan konflik batin yang dianggap besar.

Bagaimana bila tidak memiliki konflik batin dalam menulis dan enjoy-enjoy saja dalam menulis? Maka tetap Anda harus latihan menulis yang ada di buku ini namun tidak dengan menggunakan cara pada bagian ini.

Tetapi, rata-rata orang yang sekedar menulis tidak memiliki konflik batin apa-apa atau sedikit memiliki konflik. Jadi, orang yang tidak memiliki konflik batin dalam dunia menulis maka patut dipertanyakan keseriusan menulisnya. Rata-rata orang yang serius menulis khususnya sampai menulis buku adalah orang yang menghadapi berbagai konflik lahir-batin dalam dunia menulis.

Jadi, pastinya Anda memiliki konflik batin penulisan bila Anda serius menulis. Dan pastinya Anda akan keluar dari konflik satu per satu bila Anda siap menghadapi dan berusaha untuk keluar dari konflik.

Ketika Anda mau melakukan terapi menulis atas konflik Anda, maka Anda bisa menggunakan berbagai alasan sebagai usaha keluar dari konflik batin. Berikut adalah 10 alasan yang bisa Anda gunakan untuk keluar dari konflik batin:

  • Alasan Keamanan
  • Alasan Seks (khusus dewasa)
  • Alasan Kekuasaan
  • Alasan Keabadian
  • Alasan Kekayaan
  • Alasan Kebahagiaan
  • Alasan Kenyamanan
  • Alasan Kesehatan
  • Alasan Pengakuan
  • Alasan Kecintaan

Anda jangan menulis mengenai konfliknya saja tanpa pengharapan keluar dari konflik batin. Manusia itu punya prinsip yaitu Mencari Kenikmatan dan Menghindari Kesengsaraan. Untuk itu penting memiliki alasan keluar dari konflik batin sebagai usaha mencari kenikmatan dan menghindar dari kesengsaraan.

Saya akan memberikan contoh mengenai konflik batin penulisan. Dalam contoh di bawah, saya menuliskan hanya pada Konflik Malas Menulis. Namun, cara yang dilakukan bisa  untuk semua konflik batin yang mengganggu kegiatan menulis Anda.

Contoh : Konflik Batin Malas Menulis

Misal Anda malas menulis padahal Anda ada keinginan menjadi penulis hebat. Maka Anda silahkan melakukan terapi menulis. Karena berhubung hanya sekedar terapi, Anda jangan malas melakukan terapi ini. Bila Anda malas melakukan terapi menulis, karena memang Anda tidak minat menulis.

Anda bisa mengungkapkan mengenai alasan-alasan malas menulis. Anda harus benar-benar merasakan kemalasan Anda. Ceritakan saja apa yang sudah Anda alami ketika melakukan menulis. Malas seperti apa dan bagaimana keadannya diri Anda ketika malas?

Ibaratnya adalah Anda seperti sedang mengeluhkan kondisi penyakit Anda kepada dokter. Jadi, Anda harus dengan jelas mengungkapkan dengan jenis kemalasannya, tingkat kemalasannya dan tentang malas lainya kepada dokter Anda. Walau dokter Anda adalah layar monitor J

Contoh kalimat:

Aku malas sekali menulis. Malas banget ngettt. Karena memang harus cari referensi, mencari kebenaran dan harus diakui oleh para pembaca. Aku malas sekali. Kenapa tidak hilang saja kemalasan saya ini? Aku tidak bisa menghilangkan kemalasan saya. Bener-bener menyebalkan menulis itu. Tidak tahu diri tentang diriku. Aku malas, sueeerrr. Tapi saya tidak mau berhenti mencoba menulis walau malas bangeeeeet…. udah gitu kalau menulis bisa ditolak melulu tulisannnya oleh si tukang seleksi. Sebellll banget. Aku tidak mau sebenarnya menulis. Tetapi ingin juga sih. Namun malas melihat kenyataan yang menyebalkan dan membuat saya malas. Huhhuuhuh! Sebel!!!

Melihat contoh di atas, rupanya malas campur sebel.

Satu point adalah Anda tidak lagi malas menulis karena memang terbukti Anda mau melakukan terapi menulis J

Ketika sudah puas menumpahkan segala isi hati Anda tentang konflik malas, maka Anda harus membuat tulisan jalan keluar di paragraf berikutnya.

Bila masih malas, lebih baik tunda dulu. Jangan memaksakan untuk menulis bila masih malas. Bisa dilanjutkan kembali di lain waktu.

Anda bisa memilih alasan-alasan untuk keluar dari konflik batin alias keluar dari jiwa malas. Bila yang membuat Anda malas adalah tulisan tidak mampu memberikan penghasilan maka silahkan menggunakan alasan “kekayaan”. Atau Anda mencari alasan lain yang tepat dengan diri Anda.

Anda bisa mencari alasan lain misalnya tentang “kecintaan”. Bila Anda punya pacar atau istri, maka bisa dijadikan semangat menulis karena untuk kepentingan percintaan dengan kekasih.

Contoh kalimat:

Sebenarnya aku malas menulis. Tapi aku mau mencoba membuat tulisan untuk kekasihku. Aku mencintai kekasihku. Sebagai bukti kecintaanku, aku mau memberikan untuk kekasih buku tebal sampai 500 halaman. Aku akan berikan sebagai salah satu mas kawinku. Bila ia jodohku, maka berarti buku untuknya. Namun bila kenyataan tidak jodoh, buku itu untuk kekasihku yang baru yang sebagai kekasih resmiku. Yes, aku mau mencoba menghilangkan kemalasan menulisku karena untuk perjuangan cintaku. Siapapun kekasihku, aku akan memberikan kado buku.

Memang tidak sederhana seperti contoh di atas untuk menghilangkan kemalasan. Itu hanya bentuk terapi yang belum tentu untuk menyembuhkan kemalasan. Tentu yang menyembuhkan adalah Tuhan. Namun yang pasti, ketika menghadapi kegiatan menulis yang serius, bisa jadi akan timbul rasa malas lagi walaupun ada alasan dalam menulis.

Untuk itu, lebih baik Anda terus melakukan terapi menulis sampai menghasilkan tulisan yang banyak dan memuaskan. Bisa mengulang-ulang mengenai alasan ingin keluar dari kemalasan. Tidak perlu lagi menulis tentang keluhan Anda pada dokter layar monitor. Harus menulis mengenai alasan-alasan agar Anda keluar dari kemalasan menulis. Anda bisa menambah alasan lainnya.

Sebuah kata positif atau negatif bila diucapkan terus-menerus akan menghasikan pengaruh untuk pikiran bawah sadar manusia sesuai kata yang diucapkan. Bila Anda menuliskan mengenai solusi keluar dari kemalasan maka yang akan tertanam adalah solusi. Namun bila Anda menuliskan keluhan-keluhan maka itulah yang akan terus ada dalam pikiran bawah sadar.

Pada tingkat berikutnya, Anda harus membuat kalimat terapi tanpa ada kata malas. Tujuannya agar benar-benar sebagai jalan keluar dari kemalasan. Katanya, pikiran bawah sadar tidak mengenal kata tidak dan jangan walau menulis tidak malas atau jangan malas. Jadi, hilangkan saja kata malas karena akan dikenal pikiran bawah sadar sebagai pengharapan malas.

Di tambah, Anda harus membuat tulisan yang mengandung kebangkitan perasaan seperti kata semangat, kuat, dan rajin dan yang lainnya. Intinya membuat kalimat positif yang mendukung alasan Anda. Ini upaya pemberian affirmasi untuk pikiran bawah sadar sesuai keinginan Anda.

Contoh kalimat:

Sebenarnya aku rajin menulis. Tapi aku mau mencoba membuat tulisan untuk kekasihku. Aku mencintai kekasihku dengan penuh SEMANGAT. Sebagai bukti kecintaanku, aku mau memberikan untuk kekasih buku tebal sampai 500 halaman. Benar-benar aku KUAT membuat 500 halaman. Aku akan berikan sebagai salah satu mas kawinku paling SPESIAL. Bila ia jodohku, maka berarti buku untuknya. Namun bila kenyataan tidak jodoh, buku itu untuk kekasihku yang baru yang sebagai kekasih resmiku. Yes, aku mau mencoba RAJIN menulis karena untuk perjuangan cintaku. Siapapun kekasihku, aku akan memberikan kado buku dengan BAHAGIA.

Selagi Anda belum keluar dari kondisi kemalasan (atau konflik lainnya), jangan berhenti melakukan terapi ini. Bila Anda menulis hal yang lain dan merasa enjoy dengan kegiatan menulisnya maka tandanya Anda sudah tidak malas lagi dalam menulis sesuatu yang serius.


Perhatian: Dilarang mencopy-paste sebagian atau seluruhnya sebelum izin pemilik blog yang sekaligus penulis. Kecuali anda menulis ulang dengan bahasa yang berbeda dari artikel asli
Tags :

No comment for Terapi Sesuai Konflik Batin Dengan Menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post to Terapi Sesuai Konflik Batin Dengan Menulis

Terapi Menulis Kreatif Dalam Bayangan

Posted at Maret 13, 2019

Sebelum membahas lebih mendalam, saya ingin bercerita terlebih dahulu awal mula menemukan ide Menulis Kreatif Dalam Bayangan. Waktu itu saya mencoba membaca kitab (buku)... Read More

Terapi Menulis Kiat Satu Kata Untuk Kekuatan Fokus

Posted at Februari 21, 2019

Kalau dalam sebelumnya, Anda sudah memahami menulis salah. Menulis salah adalah menulis untuk memunculkan kata dan menulis secepatnya. Namun dalam bab ini adalah teknik... Read More

Teknik Menulis Salah Terapi untuk Pembebasan

Posted at Februari 4, 2019

Teknik menulis yang dahsyat melatih menulis adalah menulis bebas. Anda bebas menulis apapun yang ada di pikiran Anda. Namun, masih dalam pertanyaan, menulis bebas... Read More

Terapi Membaca Buku untuk Menulis

Posted at Januari 13, 2019

Sebagian besar orang menghindar dari yang namanya kegiatan menulis apalagi menulis sebagai pekerjaan. Anda setuju? Kenapa mereka menghidar dari yang namanya menulis? Anda sendiri... Read More

Seputar Terapi Menulis untuk Mengatasi Konflik Penulisan

Posted at Januari 10, 2019

Menulis sudah teruji keampuhannya sebagai salah satu terapi. Banyak orang yang bisa sembuh dari penyakit batin setelah melakukan terapi menulis. Tentu, menulis adalah bagian... Read More