HOME
Home » Terapi Menulis » Terapi Membaca Buku untuk Menulis

Terapi Membaca Buku untuk Menulis

Posted at Januari 13th, 2019 | Categorised in Terapi Menulis

Sebagian besar orang menghindar dari yang namanya kegiatan menulis apalagi menulis sebagai pekerjaan. Anda setuju? Kenapa mereka menghidar dari yang namanya menulis? Anda sendiri bagaimana awalnya ketika baru menekuni dunia menulis? Apakah memiliki perasaan yang sama dengan orang kebanyakan? Yes, Anda sendiri yang tahu masalahnya.

Setelah saya sendiri yang mengalami konflik dalam menulis, menurut saya, orang yang menghindari diri dari menulis adalah faktor ketidaksiapan otak dan tidak ada minat. Otak siap menulis namun hati tidak minat maka kurang bersemangat menulisnya. Ada minat dalam menulis namun sering mumet kalau menjalani menulis tentu akan selalu menjadi penghambat. Jadi, keduanya harus ada. Harus minat dalam menulis dan otak harus siap otak dengan kegiatan menulis.

Lalu apa yang harus terlebih dahulu dimunculkan? Apakah minat dulu atau kesiapan otak dulu? Tidak perlu memikirkan hal ini.

Pertama yang harus ditekankan adalah anda mau tidak membaca buku? Bagaimana mau bisa menulis bila tidak pernah membaca buku? Memang bisa dengan mengandalkan pengalaman. Namun tetap, bila tidak sering membaca buku maka tidak ada efek dari buku yang dibaca.

Bila sudah mencoba rajin membaca buku, baru memunculkan minat menulis dan kesiapan otak dalam menulis.

Nah, apakah Anda sudah menjadi orang yang sering membaca buku? Jangan mengharap bisa membuat buku bila belum pernah mengkhatamkan buku. Bila Anda termasuk orang yang suka membaca separo buku, bisa jadi Anda tidak siap membuat tulisan buku.

Nah, rata-rata orang yang tidak siap menulis karena otak belum terbiasa memahami tulisan dari buku atau tulisan dari yang lainnya.

Mungkin hanya membaca buku novel sebagai kegiatan membaca. Bila hanya membaca buku novel maka belum dikatakan cukup untuk kebutuhan menulis. Walau sudah memiliki referensi tulisan dari buku yang dibaca. Tapi tetap otak belum mendapatkan variasi membaca buku.

Bila rajin membaca buku novel, seharusnya bisa juga kan rajin membaca buku yang lain? Bila membaca selain buku novel bisa merasakan pusing atau mual maka otak Anda belum siap untuk kegiatan menulis. Bisa sebagai menulis catatan harian namun tidak untuk menulis yang bersifat profesional.

Secara logika, lebih sulit menulis atau membaca? Anda yang sudah memamahi dunia menulis pasti tahu jawabannya. Menurut saya, lebih sulit menulis daripada membaca buku. Saya sanggup membaca buku setebal 300 halaman hanya membutuhakan waktu satu minggu saja. Karena teknik membaca yang saya gunakan adalah teknik cepat.

Namun pertanyaan yang harus dijawab adalah, sanggupkah membuat buku setebal 300 halaman? Tidak akan sanggup. Saya rasa belum ada orang yang mampu menyelesaikan menulis buku sampai 300 halaman hanya dalam satu minggu. Kecuali orang yang memiliki kelebihan khusus yang ajaib.

Membaca buku yang ringan saja dianggapnya berat, bagaimana menulis buku yang benar-benar berat? Kan aneh bila yang rajin justru pada menulisnya walau malas membaca.

Jadi, soal kesiapan otak dalam menulis, harus siap dulu dalam membaca buku. Sanggupkan dulu membaca buku sampai selesai. Tidak hanya satu buku yang harus selesai tetapi harus banyak. Tidak hanya satu jenis buku saja yang dibaca tetapi harus berbagai jenis.

Bila sudah terbiasa sanggup membaca buku sampai selesai, maka silahkan setelah ini tidak rajin membaca buku. Karena kesiapan otak dalam menulis buku sudah ada. Karena ini sebagai gambaran kemampuan seseorang. Membawa beras 1 kg saja tidak sanggup, bagaimana bila sampai membawa beras yang sampai 10 kg?

Namun Anda perlu memperhatikan. Membaca buku juga bisa lama. Tidak ada orang yang sanggup membaca buku dalam satu hari bila cara membaca dengan teknik biasa. Sehingga, Anda harus benar-benar memperhatikan buku yang Anda baca. Minat pada buku tentu penting diperhatikan. Jangan asal membaca buku karena akan membuang-buang waktu Anda tanpa arah yang pasti.

Membaca buku juga membutuhkan uang. Orang yang tidak rajin membaca buku bisa juga disebabkan karena tidak memiliki banyak uang. Kalau sekedar membaca di perpustakaan maka tidak menjadi persoalan. Namun, sering buku yang ada di malah tidak sesuai minat. Tentu hal ini akan mempengaruhi masalah waktu membaca. Untuk itu, demi penghematan uang, Anda jangan membeli buku sembarangan.

Untuk itu, Anda perhatikan langkah-langkah yang akan saya jelaskan sebentar lagi.

Teknik Meriset Buku Agar Tepat Memilih Buku

Tentukan buku yang sesuai dengan impian Anda. Tentu sebelumnya Anda sudah memiliki impian untuk kegiatan menulis Anda. Misal impian Anda ingin menjadi guru dan pakar pendidikan. Maka Anda membeli buku sesuai impian tersebut. Impian tidak hanya satu tetapi ada beberapa. untuk itu jangan membeli buku hanya untuk satu impian.

Lalu silahkan membeli buku dengan terlebih dahulu meriset buku. Tujuan meriset buku adalah untuk mengetahui gambaran besar isi buku. Dengan gambaran besat maka Anda bisa menentukan tentang kualitas buku dan kesesuaian dengan kebutuhan Anda.

Ada empat hal yang bisa sebagai kegiatan meriset buku. Sebagai berikut:

  1. Judul Buku
  2. Nama Penulis
  3. Teks Sampul
  4. Daftar Isi

Namun untuk masalah riset buku lewat daftar isi, saya tidak akan membahasnya. Banyak buku yang belum terbuka plastiknya yang membuat sulit untuk mersiset. Belum lagi, banyak buku yang judulnya tidak sebagai inti pembahasan alias asal-asalan. Lagi pula mengganggu dalam menentukan gambaran besar isi buku.

Perlu diperhatikan. Buku yang banyak diburu orang dan menjadi kunci sebuah buku yang berkualitas adalah salah satunya memiliki nilai praktis sebuah tulisan. Nilai praktis disini adalah untuk membangun skill. Sehingga Anda perlu membeli buku yang memperhatikan nilai praktis alias nilai pengembangan skill.

a. Judul Buku

Sering yang dilihat orang pada buku adalah melihat judul buku. Tetapi jangan hanya melihat judul. Bila Anda hanya melihat judul, berarti Anda belum tahu tradisi penulisan.

Seorang penulis berlomba-lomba menarik perhatian pembaca dengan judul. Karena demi sesuatu yang menarik, sering penulis membuat judul yang tidak sesuai isi buku. Karena sesuatu hal yang terlihat menarik, maka rela membuat judul yang diluar gambaran isi buku.

Intinya, Anda jangan hanya melihat judul. Karena bila hanya lewat judul maka belum lengkap sebagai pembahaman mengenai gambaran besar isi buku.

b. Nama Penulis

Hal yang penting dalam memilih penulis buku yang tepat adalah dengan mengawali pertanyaan, “Apakah si penulis itu seorang praktisi atau hanya penceramah?”

Coba Anda tebak, lebih baik mana? Apakah seorang praktisi atau hanya penceramah? Padahal kedua-duanya menulis buku yang otomatis sedang berceramah lewat tulisan.

Seandainya ada buku yang sama, mau pilih yang mana? Berikut akan saya contohkan.

  • Buku pertama, menjelaskan bahwa si penulis adalah seorang konsultan human relations yang sukses melakukan secara nyata berhubungan dengan berbagai manusia dan menemukan cara sukses bergaul dengan manusia.
  • Buku kedua, menjelaskan bahwa si penulis adalah seorang yangpaham mengenai hubungan antar manusia karena ia adalah lulusan S3 jurusan Psikologi Manusia dan memahami tentang hubungan antar manusia dari berbagai buku.

Mana yang Anda pilih?

Maka tentu akan memilih buku pertama kan? Karena ada buku yang sama namun dengan kualitas penulis yang berbeda. Yang pertama sudah mempraktekkan sendiri dan yang kedua tidak maksimal mempraktekkan dan hanya bermain teori ala akademik.

c. Teks Sampul Buku

Perhatikan setiap kalimat yang ada di sampul buku. Mulai dari sampul depan sampai belakang. Jangan sungkan-sungkan membaca tulisan yang ada di sampul. Bila tidak membaca maka Anda akan tidak maksimal dalam menggambarkan isi buku.

Mungkin ada buku yang tidak menjelaskan gambaran besar buku di sampul. Hanya membuat judul, sub judul dan testimoni. Bila itu yang terjadi, maka perhatikan lagi buku yang ada di samping, adakah yang sama? Bila tidak ada dan hanya itu, apakah Anda tertarik? Bila tertarik, nilai praktis dari buku yang Anda baca apa? Setidaknya Anda memahami walau sekilas tentang nilai praktis sebuah buku.

Bila Anda bisa menggambarkan nilai praktis sebuah buku maka Anda bisa membelinya. Karena untuk awal-awal membeli buku maka pilihlah buku yang memang mengajari sebuah skill.

Dua Teknik Membaca untuk Kepentingan Menulis

Memang Anda diharuskan membaca buku bila mau menulis buku. Bacalah beberapa buku sampai selesai. Bila merasa senang menyelesaikan buku-buku maka tandanya otak Anda sudah siap untuk menulis khususnya menulis buku.

Ada dua teknik yang perlu Anda latih dalam membca buku. Berikut tentang kedua teknik membaca buku:

  • Membaca Santai
  • Membacakilat

Membaca Santai

Bila Anda ingin membaca buku, bacalah buku dengan santai, rileks dan fokus. Biarkan buku 500 halaman selesai dalam waktu setengah tahun bila Anda hanya bisa membaca sampai selama ini.

Namun, pengalaman saya, buku setebal 500 halaman bisa selesai dalam waktu kurang-lebih dua minggu. Jadi, Anda tidak perlu menunggu lama dalam menyelesaikan membaca buku.

Kunci untuk membaca 500 halaman adalah dengan membagi jumlah hari yakni 14 hari. Hasilnya 36 halaman per hari. Dalam satu hari bisa dibagi 3 kali: Pagi, siang, dan sore/malam. Sekali waktu membaca hanya menghabiskan 12 halaman.

Ketika saya mengkhatamkan buku sampai 500, waktu pagi, siang, dan malam selalu menyempatkan untuk membaca. Intinya dalam satu hari bisa berkali-kali membaca. Sampai sedang kuliah, saya hanya sibuk membaca buku dan tidak sempet memperhatikan materi kuliah J

Jangan gunakan mata Anda untuk membaca secepat mungkin. Karena secepat-cepatnya gerakan otot mata akan tetap ada batasannya. Ujung-ujungnya mata Anda lelah.

Setebal apapun buku bila Anda menikmati membaca dan tidak membuat lelah maka akan selesai juga dengan rasa bahagia. Bahkan Anda akan kecanduan membaca bila ada uang untuk membeli buku J

Memang ada teknik membaca cepat yang menggabungkan kecepatan mata tanpa ikut campur batin atau mulut dalam membaca. Tetapi bagi saya, kenapa caranya seperti ini bila ingin menikmati buku?

Apalagi Anda ingin melatih menulis, maka membaca buku harus dengan cara membicarakannya. Tujuannya untuk melatih batin Anda dalam berbicara yang teratur. Tentu untuk kepentingan menulis. Apakah Anda ketika menulis tidak membicarakan tulisan yang sedang ditulis? Pasti membicarakannya walau dalam hati. Tidak ada orang yang menulis namun tidak ada pembicaraan dalam hati. Nah, ketika Anda sudah terlatih berbicara tulisan yang teratur dari buku maka untuk menulis tulisan yang teratur sudah ada dasarnya.

Pengalaman saya dalam menulis, saya sudah merasakan ada keteraturan dalam menulis. Karena saya sudah didahului kegiatan membaca membatin. Saya benar-benar membicarakan tulisan yang ada di buku. Saya menganggap bahwa saya sedang berbicara pada diri saya sendiri.

Sehingga membaca membatin benar-benar berguna untuk pembentukan bahasa yang teratur sesuai buku yang dibaca. Kalau bisa Anda benar-benar sedang berbicara pada buku bukan buku yang berbicara pada Anda. Dengan mengandung unsur emosional (baca: emosi positif) dalam membaca maka bisa merasakan efek yang cukup besar ketimbang membaca biasa tanpa unsur emosional.

Untuk itu, jangan sering membaca tulisan yang urakan alias yang tidak memakai kadiah bahasa Indonesia yang benar. Biasanya buku yang memakai bahasa Gaul alias bahasa Alay akan disukai para pembaca buku. Karena pembahasannya yang renyah, tidak berat, dan sesuai “gue banget”. Termasuk di sini adalah buku novel dan komik. Ingat, buku yang Anda baca akan mempengaruhi batin Anda.

Hadapi saja buku-buku yang berbahasa berat. Dengan membiasakan diri pada buku berat akan lebih ringan ketika melakukan kegiatan menulis khususnya menulis buku. Karena otak sudah terlatih menghadapi yang berat-berat. Tapi, jangan ikut berbahasa berat dalam menulis. Bergantung bentuk buku dan pasarnya. Tidak aneh untuk kalangan akademisi bila menggunakan bahasa berat dalam tulisan namun aneh bila untuk kalangan umum apalagi untuk anak remaja.

Inti dalam hal ini adalah, usahakan perbanyak menghatamkan berbagai jenis buku. Semakin sering Anda menghatamkan banyak buku maka Anda akan kuat menghadapi ketika membuat buku dan banyak buku.

  • Membuat buku erat kaitannya dengan membaca buku. Membaca buku saja malas, susah, bosan. Maka membuat buku pun bisa malas, susah dan bosan.
  • Semakin sanggup mengkhatamkan berbagai buku dalam waktu cepat maka akan semakin sanggup dalam membuat buku dalam waktu cepat. Cepat atau tidak menulis buku, terganggung waktu luang Anda.
  • Mampu menulis kalimat untuk buku erat kaitannya dengan kemampuan membaca kalimat dalam buku.
  • Membatin ketika menulis kalimat sama halnya dengan membatin ketika membaca buku. Bila Anda tidak pernah membantin dalam membaca buku, Anda tidak mendapat efek dari membaca untuk kegiatan membatin dalam menulis.
  • Tulisan berkualitas bagus atau tidak, bergantung dari kulitas buku yang sering Anda baca. Anda akan mendapatkan pengaruh dalam menulis dari buku yang Anda baca.
  • Semakin sering membaca khususnya membaca buku sampai selesai maka semakin mudah dalam menyambungkan antar sel neuron otak ketika untuk kebutuhan menulis. Artinya, semakin mudah dalam menghubungkan antar data. Bila kesulitan ide menulis, baca saja buku atau tulisan lain.

Sehingga, perlu membaca buku dengan teknik santai dan membatin. Jangan melakukan membaca santai namun gerakan mata cepat tanpa sempat membatin.

Membacakilat

Cara yang kedua adalah Bacakilat. Bacakilat ini adalah teknik ala Agus Setiawan. Anda bisa mendapatkan buku BacaKilat di Gramedia bila ingin mendapatkan versi lengkap.

Bila Anda mau membaca cepat sebagai solusi percepatan menghatamkan buku, maka bacalah buku dengan Bacakilat. Bacakilat tidak membuat mata Anda lelah karena tidak menyuruh untuk membaca secara normal menggunakan otot mata. Tetapi hanya sekedar melihat buku dan men-scan secara otomatis.

Percaya atau tidak, informasi pada dasarnya bisa diserap secara otomatis oleh indera mata hanya dalam waktu beberapa detik. Namun bila tidak secara sengaja menyerap infomasi untuk difahami dan diingat-ingat, maka informasi akan tersimpan dalam pikiran bawah sadar (baca: hati). Untuk memudahkan mengeluarkan informasi dibutuhkan teknik khusus untuk memasuki kondisi genius (kondisi dalam gelombang alfa-theta).

Informasi yang keluar bukan keluar seperti hasil mengingat-ingat informasi. Tetapi keluar lewat jalur intuisi. Karena kondisi genius adalah kondisi dimana intuisi bisa muncul, maka mampu masuk dalam kondisi genius wajib dikuasai agar mampu memunculkan informasi secara otomatis.

Itulah gambaran dari Bacakilat. Hanya membaca secara kilat yaitu satu halaman per detik maka sudah cukup untuk menyerap informasi.

Namun, karena ini sekedar terapi untuk kesiapan otak dan minat dalam menulis, saya akan memberikan sedikit teknik membacakilat. Sekali lagi, ini sebagai terapi membaca untuk kepentingan kesiapan Anda dalam menulis. Teknik Bacakilat di sini bukan untuk menjadikan Anda ahli membacakilat. Karena saya pun belum menguasainya. Kalaupun Anda menjadi ahli, saya merasa sangat senang.

Baiklah, saya akan memberikan langkah-langkah untuk menguasai Bacakilat walau tidak menjamin Anda bisa menguasainya. Langkah-langkah ini sesuai yang saya alami selama proses menguasai bacakilat. Namun saya akan memberikan langkah singkatnya saja agar Anda tidak bingung dan cukup sebagai bekal terapi lewat membaca.

Anda bisa perhatikan langkah berikut:

  • Langkah Pertama, Masuk Kondisi Genius

Kondisi genius bisa Anda manfaatkan untuk membaca biasa dan juga membacakilat. Jadi bukan hanya untuk membacakilat saja. Justru semakin bagus bila membaca buku teknik biasa dalam kondisi genius.

Wajib terlebih dahulu mendengarkan audio Hipnoterapi (download disni) atau Quantum Ikhlas (audio Quantum Ikhlas bisa anda dapatkan dengan membelu buku Quantum Ikhlas, Ebe Sentanu) untuk menurunkan gelombang otak alias masuk ke kondisi genius. Penjelasan gelombang otak akan dijelaskan di penjelasan berikutnya.

  • Langkah Kedua, Affirmasi Doa Pertama
  • Langkah Ketiga, Bacakilat dengan Pandangan Mata Reseptif (PMR)

Untuk teknik membacakilat buku, Anda harus benar-benar bisa menguasai emosional dalam proses membaca 1 halaman per detik dengan PMR.

Berapa kali membacakilat tiap buku? Terserah saja. Jadi tidak hanya 1 kali saja (buku posisi biasa dan terbalik, lihat vidio). Untuk kamus dan kitab suci, bisa dilakukan berulang-ulang secukupnya.

  • Langkah Keempat, Affirmasi Doa dan Viasuliasi dalam Kondisi Genius.

Visualisasi adalah menggambarkan bahwa Anda bisa memunculkan informasi dari pikiran bawah sadar atau lainnya.

Untuk lebih jelas, silahkan lihat vidio teknik Bacakilat.

Ketika membacakilat, Anda harus membaca dalam keadaan:

  • Posisi badan tegak
  • Kenyang
  • Setelah minum air putih secukupnya
  • Sehat terutama kesehatan nafas
  • Santai tanpa terganggu aktifitas lain

Setelah membacakilat Anda harus:

  • Meminum air putih secukupnya
  • Istirahat atau aktifitas santai selama 30 menit

Saya memberikan vidio penjelasan agar Anda benar-benar bisa menerapkan bacakilat.

Baca: Terapi Menulis


Perhatian: Dilarang mencopy-paste sebagian atau seluruhnya sebelum izin pemilik blog yang sekaligus penulis. Kecuali anda menulis ulang dengan bahasa yang berbeda dari artikel asli
Tags :

No comment for Terapi Membaca Buku untuk Menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post to Terapi Membaca Buku untuk Menulis

Terapi Pandangan Mata Segarkan Otak dan Mata

Posted at Maret 21, 2019

Melakukan terapi Menulis Kreatif Dalam Bayangan membuat pikiran dan mata anda jenuh, terasa mampet untuk berpikir. Bahkan menulis biasa pun akan mengalami nasib yang... Read More

Terapi Menulis Kreatif Dalam Bayangan

Posted at Maret 13, 2019

Sebelum membahas lebih mendalam, saya ingin bercerita terlebih dahulu awal mula menemukan ide Menulis Kreatif Dalam Bayangan. Waktu itu saya mencoba membaca kitab (buku)... Read More

Terapi Sesuai Konflik Batin Dengan Menulis

Posted at Maret 4, 2019

Konflik batin dalam dunia menulis yang dialami para pemula biasanya yang paling bermasalah adalah di sekitar perasaan hati alias batin. Rasa tidak percaya dengan... Read More

Terapi Menulis Kiat Satu Kata Untuk Kekuatan Fokus

Posted at Februari 21, 2019

Kalau dalam sebelumnya, Anda sudah memahami menulis salah. Menulis salah adalah menulis untuk memunculkan kata dan menulis secepatnya. Namun dalam bab ini adalah teknik... Read More

Teknik Menulis Salah Terapi untuk Pembebasan

Posted at Februari 4, 2019

Teknik menulis yang dahsyat melatih menulis adalah menulis bebas. Anda bebas menulis apapun yang ada di pikiran Anda. Namun, masih dalam pertanyaan, menulis bebas... Read More


error: Content is protected !!