HOME

Menu Berbuka Puasa Dan Sahur Bulan Ramdhanku

Posted at Mei 31st, 2019
Menu Berbuka Puasa

Menu berbuka puasa dan sahur menjadi pembicaraan penting di setiap bulan Ramadhan. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran para pembeli yang membludak di sore hari. Tentunya, banyak pedagang juga yang melengkapi kebetuhan menu berbuka puasa di bulan Ramadhan. Tidak terkecuali di Buntet Pesantren, para pedagang dan pembeli seperti sedang mengadakan perkumpulan khusus membahas menu berbuka puasa di bulan ramadhan. Tentunya, ini seperti mengabaikan fatwa bahwa berjualan di siang hari dilarang alias haram. Namun, pembelian dan penjualan menu berbuka puasa bukan dalam drama melanggar fatwa agama melainkan ini sebuah tradisi berjualan dan pembelian menu berbuka puasa di siang hari, tepatnya di sore hari. Sah-sah saja berjualan menu berbuka puasa di siang hari mengingat untuk kebutuhan berbuka puasa. “Ustadnya yang salah karena gak gak jelas berbicara sesuai rill lapangan.”

Tetapi, aku hanya melewati beberapa pedagang dan pembeli yang sedang mengadakan pertemuan khusus dan penting mengenai menu berbuka puasa. Aku hanya melewati karena aku tidak membutuhkan menu berbuka puasa yang ada di sepanjang jalan area Buntet Pesantren. Buatku, menu berbuka puasa sudah cukup disediakan ibuku. Aku tidak menambahkan sesuatu menu berbuka puasa apapun sebagai teman menu yang disediakan ibu. Ah, bisa dibilang, aku tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli menu berbuka puasa di luar. Aku menerima menu berbuka puasa apapun yang dihidangkan ibuku. Yang jelas, menu berbuka puasa yang dihidangkan bervariasi. Terpenting, berkah puasa Ramadhan selalu aku dapatkan dengan melimpah, walaupun entah jenis berkah apa yang aku dapatkan (mikir sambil mikirin duit).

Apalagi, menu makanan sahur. Paling nikmat adalah menu makanan sederhana. Apakah kamu mau tahu menu sahur nikmat dan sederhana yang biasa dikonsumsi olehku setiap bulan puasa Ramadhan? Ah, paling nanti kamu bilang, “Masak nasi lakuknya nasi?” Pertanyaan dari kamu sudah cukup menjawab bagaimana menu makanan sahur setiap aku menikmati sahur. Tentunya, aku memakan mi instan goreng sambil ditemani tempe goreng sebagai menu sahur setiap hari di keluargaku. Tetapi, setelah dewasa, sekarang ini, aku sendiri yang selalu mengkonsumsi mi instan dan tempe goreng di setiap sahurku . Menurutku, ini menu sahur yang tidak bisa dikalahkan dengan menu-menu yang lain. Menu mi instan goreng dan tempe goreng yang bisa setia dimakan sepanjang sahur tanpa ada rasa bosen. Aku merasakan seperti ini. Selain ini, kemungkinan sudah bosen untuk dimakan dalam waktu 3 hari berturut-turut.

Badan Masih Ngantuk, Makan Sahur Tapi Belum Minum

Baru satu kali, aku makan sahur tetapi tidak minum. Kebetulan, menu makan sahur tidak seperti biasa yaitu mi instan goreng dan tempe goreng. Makan sahur kali ini cuma menghadirkan ikan-ikanan, salah satunya pepes udang. Ah, mungkin karena aku mengganti menu makan sahur yang membuatku tidak minum. Pada awalnya, aku merasa kenyang dengan memakan-makanan sahur yang selalu nikmat 🙂 Bayangkan, aku memakan pepesan udang yang nikmatnya sampai menambah nafsu makan. Karena kenyang, aku berbaring sebentar di ruang konter untuk menunggu jam 4. Kebetulan menyantap sahur kira-kira pukul 03.30. Entah kenapa, aku tidur pulas sampai masuk waktu subuh. Aduh, bagaimana ini? Akhirnya, aku makan menu sahur tanpa minum air putih.

Lain kali, aku harus meminum terlebih dahulu walaupun sedikit sebelum berbaring tidur. Aku tidak mau mengulang kembali tertidur dalam keadaan belum minum. Walaupun sampai jam dua siang tidak merasakan haus, aku harus minum air putih setelah makan sahur karena ini melakukan anjuran kesehatan.

Mungkin, aku tidak merasakan haus sebagai bagian dari bentuk atau jenis keberkahan makan di waktu sahur. Padahal, aku sekedar makan sahur tetapi tidak minum. Sebelumnya, aku sudah terbiasa seharian tidak merasakan haus dan lapar karena sudah menyantap makan dan minun di waktu sahur. Ya, Nabi SAW pun sudah menjelaskan bahwa di waktu sahur dan memakan sahur ada keberkahan. Nah, aku mengartikan berkah ini dengan mendapatkan ketahanan dari rasa lapar dan haus.

Tetapi, aku tidak mau kehilangan salah satu diantara makan dan minum di saat waktu sahur. Jelas, aku membutuhkan makan dan minum.

Berbuka Puasa Tidak Senikmat Orang Kehausan dan Kelaparan

Ada dua kenikmatan untuk orang yang berpuasa yaitu menyantap menu berbuka puasa dan melihat Allah di surga. Aku berpikir, selama ini, aku menyantap menu buka puasa seperti tidak punya rasa kenikmatan. Apakah karena puasaku tidak berkah? Aku hanya menyantap menu berbuka puasa dengan perasaan biasa, seperti reaksi makan orang yang tidak memiliki nafsu makan. Aku tidak seperti orang yang membuat drama-drama tergoda penuh kenikmatan saat berbuka puasa yang ditampilkan di status Facebook. Aku tidak seperti mereka yang rela mengantri mendapatkan menu berbuka puasa dari para pedagang. Kalau dikatakan, aku seperti sufi yang rela hidup zuhud, ini juga tidak mungkin karena aku cenderung banyak makan di hari biasa. Aku seperti orang yang sedang tidak memiliki nafsu makan lebih tepatnya. Tetapi, karena aku tidak enak menyantap menu berpuka puasa juga tidak juga. Intinya, aku menikmati waktu menyantap menu berpuasa datang sekalipun tidak mengalami drama-drama kenikmatan dari orang-orang kelaparan dan kehausan. Aku menikmati menyantap menu berbuka puasa dengan cara biasa saja.

Tetapi, aku tetap selalu bersyukur karena masih menikmati menu berbuka puasa. Terasa nikmat atau tidak dalam menikmati menu berbuka puasa, manusia wajib bersyukur. Kenapa bersyukur? Bisa memakan sesuatu itu yang membuat manusia harus tetap bersukur. Bayangkan bila manusia kesulitan memakan sesuatu, apakah hidupnya akan terasa nikmat? Itulah yang aku pikirkan mengenai sikap dalam menyantap menu berbuka puasa walaupun tidak terasa nikmat. Tidak terasa nikmat dalam memakan menu berbuka puasa tetap menjadi sebuah kenikmatan itu sendiri. Jadi itulah yang mungkin sebagai tanda kenikmatan orang berpuasa.

Ah, aku menjadi berpikir, bagaimana bisa terjadi kehadiran bulan puasa membuat banyak orang mengantri membeli menu berbuka puasa di sore hari? Tetapi, aku berpikir sederhana seperti yang diucapkan ibuku, “Berkahnya bulan ramadhan jadi menikmati banyak makanan”. Terpenting, mereka harus tetap berpuasa dan rajin melakukan terawih di masjid. Tidak sepertiku, aku jarang terawih apalagi terawih berjamaah di musolla/masjid walaupun tidak pernah bocor puasa.

Apakah Menu Berbuka Puasa Dianggap Kurang? Kok Solat Terawih Lemes?

Sejak memasuki perkuliahan, aku tidak pernah mengikuti solat terawih berjama’ah. Pernah beberapa kali mengikuti solat terawih berjama’ah. Biasanya, aku mengikuti solat terawih berjama’ah di musolla kulon Buntet Pesantren. Aku memaklumi kondisiku sendiri bila tidak mampu solat terawih berjama’ah. Sehabis pulang kuliah, aku sangat kelelahan yang lebih mengarah pada melemasnya otot persendian. Kondisi fisiku tidak mampu untuk banyak bergerak termasuk gerakan solat terawih.

Selepas kuliah alias tidak bekerja di sebuah tempat pekerjaan, aku masih saja merasa sulit untuk solat terawih berjama’ah. Namun, kali ini aku bertanya-tanya, apakah karena aku kurang mengkonsumsi menu berbuka puasa? Bila alasan seperti ini, bukankah aku sudah terbiasa mengkonsumsi makanan seadanya setiap bulan romadhon? Apakah kurang vitamin dan mineral sehingga kondisi tubuhku masih belum mampu untuk terawih berjamaah? Sepertinya, setelah tekun bekerja di rumah sebagai pekerja bebas, aku memenuhi kebutuhan tubuh dengan konsumen. Aku masih merasa heran dengan tubuhku yang belum mampu terawih berjama’ah. Bahkan, aku tidak mampu menjalankan terawih sendirian sesuai jumlah yang diyakini yakni 20 rokaat terawih.

Aku bertanya, apakah makanan dan minuman berbuka puasa dan sahur tidak mengalami keberkahan yang signifikan yang mampu menggerakkan otot sendiri untuk menjalankan solat terawih sesuai jumlah bahkan sampai mampu berjama’ah? Tetapi, aku tidak merasakan masalah untuk berterawih. Biasanya, menu makanan berpuasa yang tidak berkah menyebabkan rasa malas untuk berterawih apalagi terawih berjama’ah. Aku masih berusaha untuk terawih walaupun sendirian dan tidak sesuai jumlah. Sepertinya, makanan dan minuman berbuka puasa dan sahur masih dalam kondisi normal yang semoga penuh keberkahan.

Sepertinya, aku harus bersiap-siap untuk menyiapkan menu berbuka puasa. Selamat menyambut berbuka

Kategori: Buku Bercerita

No comment for Menu Berbuka Puasa Dan Sahur Bulan Ramdhanku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post to Menu Berbuka Puasa Dan Sahur Bulan Ramdhanku

Cara Menghilangkan Jerawat Di Wajah

Posted at Juni 26, 2019

Cerita fiksi ini menghadirkan suguhan tentang Cara Menghilang Jerawat Di Wajah. Memang, cerita fiksi di blog ini agak terasa aneh yakni menghadirkan tips dalam... Read More

Cerpen Muslimah : Green Halte Bus

Posted at Juni 25, 2019

Kali ini, aku menerbitkan cerpen muslimah. Cerita pendek fiksi yang menautkan cerita antara wanita muslimah dengan pria muslim lewat perantara jilbab biru. Cerpen muslimah... Read More

Daur Ulang Sampah Plastik Buntet Pesantren

Posted at Juni 24, 2019

Selama menulis tulisan untuk kebutuhan jaringan blog PBN untuk situs buku cerita fiksi dan non fiksi, badanku terasa sakit. Karena itu, aku beristirahat lama.... Read More


error: Content is protected !!