HOME
Home » Terapi Menulis » Seputar Terapi Menulis untuk Mengatasi Konflik Penulisan

Seputar Terapi Menulis untuk Mengatasi Konflik Penulisan

Posted at Januari 10th, 2019 | Categorised in Terapi Menulis

Menulis sudah teruji keampuhannya sebagai salah satu terapi. Banyak orang yang bisa sembuh dari penyakit batin setelah melakukan terapi menulis. Tentu, menulis adalah bagian penting dari pengobatan.

Menulis memang gratis. Tidak ada orang yang meminta bayaran karena sudah melakukan kegiatan menulis sebagai terapinya. Pengecualian bila dilakukan di tempat terapi. Anda bebas menulis sebagai aktifitas terapi menulis. Anda cukup menulis lewat buku catatan harian tentang sesuatu yang menjadi anjuran untuk penyembuhan.

Ketika melakukan pengobatan lewat terapi menulis, anda akan menghemat keuangan bila berhasil sembuh tanpa obat dari dokter.

Pengertian Terapi Menulis Menurut Bukubercerita.com

Menurut kamus bahasa Indonesia allias KBBI, terapi adalalah usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit; pengobatan penyakit; perawatan penyakit contoh: ‘mula-mula tim dokter mempelajari gejala-gejala penyakitnya kemudian menentukan terapinya yang tepat’. Sedangkan pengertian menulis bisa anda baca pembahasan di Pengertian Menulis Secara Umum Menurut Ahli

Kalau mengacu pada definisi terapi di atas, terapi menulis bisa jadi bukan dalam bentuk terapi. Terapi pengertian di atas adalah terapi yang sudah disarankan dokter. Disini perlu ditekankan. Terapi menulis yang dimaksud bukan mengacu pada pengertian di atas. Mengacu pada apa pengertian terapi menurut Bukubercerita? Terapi menulis menurut Bukubercerita adalah mengacu pada istilah “Aroma Terapi”. Anda menikmati wangi-wangian yang berkhasiat untuk kesehata artinya apa? Ini diartika bahwa aroma yang dinikmati berkepentingan untuk menjaga kesehatan. Jadi, menulis lebih identik aroma wangi-wangian yang biasa disebut aroma terapi. Tentu, pengertian terapi menulis ini bisa dikatakan berbeda dengan definisi terapi menurut KBBI. Bisa saja dianggap sama dalam hal aktifitas yang berurusa dengan kesehatan dan pemulihan.

Berbagai Manfaat Menulis Termasuk Untuk Terapi

Secara umum kegiatan menulis sudah memiliki banyak manfaat khususnya untuk terapi penyakit dan tentunya terapi menulis. Berikut adalah beberapa manfaat menulis khususnya menulis sebagai terapi:

  • Untuk Menghilangkan Stres

Apa arti stres? Stres adalah ketegangan; gangguan atau kekacauan mental dan emosoional menurut KBBI. Ketegangan akibat faktor luar. Hal ini bisa karena tugas pekerjaan, masalah keluaarga, masalah sosial dan karena faktor lainnya. Ketegangan yang sering terjadi adalah di sekitar otak. Otak merasa seperti tidak bisa berpikir.

Otak memiliki gelombang. Ada Delta, Theta, Alfa dan yang paling tinggi adalah Beta. Semakin sering mengalami tekanan pada otak seperti tekanan pekerjaan atau lainnya maka otak akan semakin kuat gelombang Beta-nya. Resiko yang terjadi adalah stres, frustasi, marah dan yang lebih tragis adalah gila.

Lalu apa hubungan dengan menulis? Hubungannya karena untuk menenangkan pikiran. Orang yang mengalami gangguan stres maka otaknya sulit berpikir. Namun kalau kita mau menyempatkan diri untuk sejenak berpikir yang dibantu dengan kegiatan menulis maka akan terjadi penurunan ketegangan. Dengan catatan, bukan menulis yang memberatkan pikiran tetapi menulis asal-asalan sebagai rileksasi.

Karena dengan menulis, ada jeda untuk otak agar mau berpikir. Bila sudah mau berpikir lewat tulisan, otak mau tidak mau harus mengikuti langkah-langkah ketikan dan gambaran dalam kegiatan menulis.

Terjadilah sebuah fokus untuk menurunkan sejenak gelombang Beta, sebuah gelombang sibuk. Pada akhirnya, stres berkurang.

Namun, menulis yang apa dulu sebagai terapi? Nah, yang sedang dihadapi apa?

Bila stres karena masalah pekerjaan, pembahasan tulisan seputar pekerjaan. Biasanya timbul stres karena ada masalah, misal sering membuat kesalahan. Nah, dengan menulis seputar pekerjaan diharapkan akan menemukan jalan keluar ketika gelombang otak menurun menjadi Alfa. Karena gelombang Alfa adalah gelombang yang bagus untuk menemukan solusi.

Hal ini berlaku untuk segala penyakit batin lainnya seperti dendam, marah, dengki dan sebagainya. Jadi bukan hanya mengatasi stress dalam terapi menulis ini.

  • Terapi Menulis Melatih Kecerdasan Motorik

Anda pernah diajari menulis waktu masih SD? Padahal Anda sudah bisa membaca kan? Tetapi kenapa harus menulis? Alasannya karena untuk melatih kecerdasan motorik anak. Anak kecil harus diajari menulis secara manual alias menggunakan media buku kertas pensil/pulpel.

Nah, Anda sudah menjadi penulis. Tidak lagi harus menulis seperti anak SD. Waktu luang Anda sangat berharga untuk dimanfaatkan dalam kegiatan menulis sehingga membutuhkan kecepatan menulis. Dengan begini, Anda membutuhkan alat ketik otomatis yaitu komputer dan laptop.

Secara otomatis bila Anda rajin menulis lewat komputer, kecerdasan motorik akan meningkat.

Saya sendiri bila membicarakan atau memikirkan sesuatu tanpa disertai menulis lewat komputer akan mengalami kesulitan. Bila Anda menyuruh saya berbicara di depan Anda, pasti kelihatan seperti orang bodoh. Karena rumusan atau memori dalam motorik mulut tidak maksimal saya miliki. Tetapi kalau menyuruh saya menulis, gerakan tangan seolah sedang ikut berpikir atas pikiran saya.

Menulis lewat komputer seakan sudah menjadi otak sendiri dalam menghasilkan ide-ide pikiran. Seakan yang menjadi komando dalam menentukan ide adalah gerakan tangan bukan otak. Walau pada kenyataan otaklah yang menjadi komando dalam menulis. Tetapi karena terbiasa menulis seakan tanganlah yang menjadi komando dalam menulis. Inilah kecerdasan motorik. Mengingat dan berpikir dengan gerakan fisik.

  • Terapi Menulis Meningkatkan Daya Ingat

Jelas, menulis meningkatkan daya ingat. Bahkan, bila ingin sukses pada mata pelajaran di pendidikan formal maka perbanyaklah menulis bukan menghafal. Karena menulis pada dasarnya adalah menghafal tulisan. Bila menghafal saja seperti pada umumnya, maka tidak akan memiliki daya yang kuat untuk menyimpan memori.

Sebagai contoh Anda ingin mahir bahasa Inggris. Tidak perlu menghafal kosakata bahasa Inggris. Kalau berbicara, mungkin harus ada lawan bicaranya. Maka solusinya adalah menulis. Anda bisa menulis-nulis cerita harian dengan memakai kosakata Inggris. Semakin sering menggunakan teknik menulis dalam belajar bahasa Inggris maka daya ingat makin bagus.

  • Alat Untuk Menyimpan Informasi

Dalam setiap pembahasan yang saya bahas di Facebook adalah pembahasan tentang Ilmu Untuk Amal dan Ilmu Untuk Ilmu.

Untuk ilmu yang digunakan untuk amal, tentunya seperti mengamalkan ilmu memasak. Memasak ada ilmunya. Nah, ilmu itu harus diamalkan sehingga jadilah kegiatan memasak. Tentang bisnis, ada ilmunya. Untuk itu perlu diterapkan ilmu bisnisnya agar menghasilkan bisnis.

Berbeda kalau ilmu yang digunakan untuk ilmu. Ya, ini kegunaan menulis. Menulis adalah kegiatan yang mengarah pada ilmu untuk ilmu. Anda membuat sesuatu ilmu yang dituliskan. Misal, menulis mengenai bisnis ala bisnis Anda sendiri. Nah, hasil menulisnya untuk kepentingan ilmu bisnis. Begitu juga dengan ilmu yang lainnya. Jadi ilmu untuk ilmu.

Sehingga pada kesimpulannya, kegiatan menulis adalah untuk menyimpan ilmu dan segala infomasi yang ada di otak.

  • Mengembangkan Ilmu Pengetahuan

Seperti halnya pembahasan di atas mengenai “Ilmu Untuk Ilmu”. Dengan melakukan menulis tentu untuk kepentingan ilmu. Lebih jauh lagi bahwa dengan menulis bisa dengan mudah mengembangkan ilmu.

Rata-rata ilmuan, mereka membuat jurnal dalam kegiatan penelitiannya. Tujuannya untuk membantu pengembangan ilmu pengetauan. Sehebat apapun seseorang dalam berbicara sampai 10 jam misalnya atau melakukan penelitian, tidak akan maksimal dalam mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa didampingi menulis.

Menulis benar-benar penting sebagai pencatatan ide yang ada dipikiran. Bila ide tidak dicatat, maka akan hilang. Bagaimana bila ide pikiran itu sebagai kunci atas penemuannya namun tiba-tiba menghilang tanpa teringat lagi? Maka akan membuat masalah lagi. Dengan mencatat alias menulis maka bisa membantu mengingat-ingat kembali ide pikiran yang pernah didapatkan.

  • Membantu Memecahkan Masalah

Saya pernah waktu mempunyai konflik dengan wanita yang saya cintai dan sebagai calon kekasih resmi saya, saya melakukan pencarian solusi lewat menulis. Hasil tulisannya dikirim ke wanita yang dimaksud.

Memang tulisan yang saya beri bukan solusi yang tepat. Karena solusi yang tepat bila yang bersangkutan alias calon kekasih menyambut solusi saya.

Baru-baru ini pun saya membuat tulisan simpel untuk wanita idaman saya. Isinya berisi solusi-solusi. Lagi-lagi mungkin bukan solusi yang tepat karena masih ada halangan yang besar antara saya dan wanita itu.

Jadi, yang saya mau tekankan di sini adalah bahwa menulis membantu memecahkan masalah. Seperti keadaan saya, kalau saya hanya sekedar berpikir tanpa menulis akan kesulitan mengembangkan ide. Ketika disertai menulis akan mudah mengembangkan ide. Sebagai bukti bahwa menulis membantu untuk memecahkan masalah.

  • Melatih Berpikir Tertib Dan Teratur

Orang yang pandai berbicara maka berpikir tertib dan teraturnya bila berbicara. Begitu juga penulis, maka berpikir tertib dan teraturnya bila menulis.

Namun, antara berbicara dengan menulis, mana kah yang lebih mampu melatih untuk berpikir tertib dan teratur? Tentu menulis. Alasannya, karena menulis lebih terasa santai dalam menuangkan pikiran. Hanya gerakan tangan yang tidak terlalu mengganggu jalan pemikiran. Ketika mengetik di komputer, kegiatan berpikir akan lebih mudah lagi dan juga cepat. Terlebih, tulisan bisa diedit sehingga bisa untuk mengalami pengaturan pemikiran.

Orang yang berbicara harus mengandalkan suara dan mulut. Ketika melakukan kegiatan berpikir sambil berbicara, akan mengalami gangguan dalam mengatur pemikiran karena harus mengatur tenaga dan nafas untuk bersuara. Apalagi pembicaraan tidak ada kata edit kata. Bila kata sudah lepas dari mulut, tidak bisa dikembalikan lagi. Resikonya, tentu tidak bisa diatur pemikirannya.

Ketika sudah mahir berpikir dengan tertib dan teratur lewat tulisan maka ada gambaran pemikiran yang tertib dan teratur ketika melakukan pembicaraan.

  • Sumber Penghasilan

Nah, mungkin ini salah satu yang membuat Anda bersemangat untuk menulis. Menulis bisa sebagai sumber penghasilan.

Sekarang ini, jasa menulis artikel berbahasa Inggris sedang menjadi bisnis yang menjanjikan. Kenapa? Karena pasarnya luas di saat sedang marak bisnis online. Orang-orang akan membutuhkan jasa penulis artikel berbahas Inggris termasuk saya sendiri 

Anda tahu berapa harga hanya 200 kata? Harganya $1 atau sekitar 11.000. Bila per hari hanya menulis 200 kata sampai 30 hari, Anda bisa membayangkan berapa penghasilannya? 330.000, lumayankan?

Begitu juga dalam menulis untuk buku. Sekarang ini, banyak sekali pebisnis yang mempunyai kreatifitas dalam menulis mengandalkan karya bukunya untuk dijual secara online, baik buku kertas atau buku digital alias ebook. Sebut saja adalah Tung Desem Waringin yang menjual buku kertas.

Juga, Gm Susanto, mentor bisnis saya, menjual buku berbentuk digital, di pasar lokal dan non lokal. Bahkan, Gm Susanto mampu menghasilkan 7 juta hanya dalam waktu 4 bulan hanya lewat satu situsnya saja.

Jadi, sekarang ini kegiatan menulis sudah menjadi lahan penghasilan yang menjanjikan. Kuncinya, mau tidak belajar bisnis untuk kepentingan penjualan buku?

  • Sumber Kepopuleran

Nah, zaman sekarang untuk populer bisa dikatakan mudah. Salah satu cara adalah dengan membuat buku online alias blog. Anda harus membuat artikel 1 hari sekali. Anda bisa menjadwal tulisan agar sekali publis di depan internet dan tidak perlu mondar-mandir ke internet.

Anda tinggal menulis tulisan yang kreatif dan bermanfaat dalam memecahkan masalah orang lain. Bila sudah mencapai 100 artikel, bisa mengiklankan blog di Facebook. Hanya membutuhkan jasa iklan Facebook dengan membayar sesuai tarif kalau tidak punya kartu kredit (sekarang sudah support bank lokal). Atau kalau mengerti SEO, cukup dengan mengandalkan jasa SEO agar tidak mengganggu aktifitas penting Anda.

  • Terapi Menulis Untuk Mengurangi Berat Badan

Dalam situs Anneahira.com menyatakan bahwa,

“Para peneliti dari Women’s Health Initiative menarik kesimpulan bahwa catatan harian tentang makanan yang dikonsumsi membantu menimbulkan kesadaran tentang konsumsi kalori dan asupan lemak. Dan, jika Anda mengetahui seberapa banyak yang telah dilahap, akan lebih mudah menguranginya.”

  • Terapi Menulis Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur

Berikut adalah kutipan langsung dari situs Anneahira.com,

“…salah seorang ilmuwan di  Temple University yang mencoba membandingkan apa perbedaan orang yang mengalami stress lalu menuliskan problemnya dengan orang yang tidak mau menuliskannya. Ternyata, orang yang mengalami stress lalu menuliskan apa yang dialaminya malah menjadi terapi untuk menyelamatkan dirinya dari sakit kepala.”

  • Terapi Menulis Untuk Menyehatkan Kulit Wajah

Dalam situs Anneahira.com melansir bahwa,

“Fatimah Mernissi berpesan di dalam salah satu bukunya, ‘Usahakan menulis setiap hari, niscaya kulit Anda akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaat yang luar biasa. Dari saat Anda bangun, menulis meningkatkan aktivitas sel. Dengan coretan pertama di atas kertas kosong, kantung di bawah mata Anda akan segera lenyap dan kulit akan terasa segar kembali’”

Terapi Menulis Untuk Permasalahan Yang Terjadi Pada Kegiatan Menulis

Namun bagaimana terapi menulis untuk menyembuhkan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada kegiatan menulis itu sendiri? Bukankah menulis adalah obat alami yang gratis sebagai sarana kesembuhan dari penyakit? Tetapi kenapa banyak orang yang frustasi dalam dunia menulis? Menulis sudah tidak lagi bersahabat dengan si penulis. Terbukti sebagian besar telah gagal menjadi penulis walau banyak juga yang berhasil. Kenapa coba?

Seperti Anda ketahui, olahraga sepak bola merupakan olahraga yang menyehatkan. Anda setuju? Tetapi kenapa justru melakukan olahraga sepak bola mengakibatkan tensi darah tinggi, jantungan, stress, dan lainnya? Ini terjadi karena olahraga sepak bola sudah tidak lagi menjadi kegiatan olahraga yang menyehatkan. Tetapi sudah menjadi pekerjaan yang menggunakan kegiatan olahraga.

Anda pernah tahu kan ada pesepakbola yang mati akibat serangan jantung ketika sedang bermain bola? Nah, salah satu faktor kenapa menyebabkan serangan jantung adalah karena tekanan dalam dunia sepak bola. Sepak bola sudah menjadi proyek menguntungkan. Ketika proyek gagal, terjadi konflik. Yang menjadi korban tentu pesepakbola itu sendiri.

Melihat kasus olahraga di atas, maka bisa dikaitkan dengan menulis. Kenapa penulis justru trauma, frustasi, stres dengan dunia menulisnya sendiri padahal kegiatannya adalah menulis? Karena faktor kegiatan menulis sudah menjadi harapan untuk pekerjaan yang akan menghasilkan keuntungan. Ketika pekerjaan menulis tidak menghasilkan keuntungan seperti kepopuleran, pengakuan pembaca dan finansial, yang terjadi adalah keputusasaan.

Haruskah hanya menulis standar? Alias menulis suka-suka. Terserah saja. Namun tetap saja ada rasa ingin menghasilkan karya tulis yang diakui, populer, dan menghasilkan finansial. Namun untuk menuju hal yang lebih tinggi tidaklah mudah. Khususnya di Indonesia, di saat budaya membaca masih rendah.

Kondisi penulis dan penerbit serba salah. Menjual buku dengan harga mahal akan sedikit yang membeli. Karena budaya membaca rendah. Bila buku murah saja masih sedikit yang membaca, apalagi buku yang harganya mahal. Kalau murah, tentu komisi untuk penulis bisa kecil. Komisi 10% dari harga buku. Bila harga buku seharga hanya 30.000 maka akan mendapat komisi sekitar 3000. Kalau misal yang beli sampai 1000, maka akan mendapat cuma 3000.000. Itu, kalau laku sampai 1000 penjualan.

Kalau dipikir-pikir, masih mahal harganya bila menjadi pembicara. Bukan guru ya? Satu jam berbicara saja bisa dibayar minimal ratusan ribu. Apalagi pembicara yang sudah laku. Sehari mendapat jatah berbicara satu jam saja sudah ratusan ribu. Bagaimana bila satu bulan? 100.000 x 30 = 3000.000. Luar biasakan? Hanya 30 kali berbicara sudah mahal.

Padahal menulis buku yang harganya sampai 30.000 bisa membutuhkan waktu berhari-hari sampai bisa 1 bulan lebih. Sudah menulis berhari-hari, akan menghadapi seleksi penerbit. Sehingga bukan hanya menulis berhari-hari. Tetapi sudah menulis buku berkali-kali karena selalu ditolak. Bila ternyata diterima, penulis pun akan menghadapi persaingan penjualan buku agar bukunya laku. Bila tidak laku sama dengan tidak ada yang membaca.

Sebelum menulis buku seharga 30.000, tentu ada proses lagi yang harus dihadapi penulis yaitu membeli banyak buku dengan uang, membaca buku dengan tenaga mata dan menulis dengan tenaga tangan. Intinya adalah penulis mengalami proses belajar yang melelahkan dan mahal.

Saya pernah menulis dalam status Facebook di Lubab Mutiara Pengajar dengan tantangan membuat buku. Bahwa membuat buku bisa mendobrak gaya belajar Anda. Bolehlah Anda pintar Fisika. Di tambah pintar Biologi. Intinya Anda pintar ilmu IPA. Tapi, bisa tidak membuat buku? Nah loh, mikir… Karena menulis buku harus mengadakan penggabungan antar data yang melengkapi kepentingan membuat buku.

Dari kalimat status di atas, menulis buku memiliki tantangan yang besar yang harus dihadapi penulis. Salah satunya yang harus dihadapi adalah membeli berbagai buku dan mempelajarinya.

Wah, melihat kenyataan yang ada, penulis pemula yang bermental lemah akan minta ampun, menyerah untuk menulis buku, mengingat tantangannya yang besar. Bagaimana solusinya untuk menterapi penulis pemula? Inilah yang akan saya bahas.

Mungkin Anda akan memilih jalur menulis artikel. Karena artikel lebih ringan. Ringan? Ringan bila hanya menulis. Bila untuk dikirim ke media masa, Anda akan mengalami tantangan yang sama besar dengan menulis buku. Bayangkan, per minggu hanya menerima satu tulisan artikel dari penulis. Yang mengirim artikel ada 1000 orang. Siapa yang akan diterima? Apakah Anda?

Kalau buku untuk penerbit, ukuran penerimaan berdasarkan nilai jual buku Anda. Kalau artikel untuk media masa, ukuran penerimaan berdasarkan kualitas dan persaingan penulis. Jadi, sama-sama berat coy…

Bagaimana mengatasi hal ini? Santai. rileks saja…

Saya akan menjelaskan langkah terapi dengan langkah-langkah yang Street Smart untuk membentuk mental penulis yang kuat, siap tantangan dan mampu keluar dari konflik dunia penulisan. Sehingga, ujung yang akan didapatkan penulis dari terapi menulis ini adalah kenikmatan-kenikmatan berupa kesehatan perasaan, pikiran dan kesejahteraan hidup.

Langkah terapi yang saya berikan untuk tidak untuk mengobati luka batin di luar tema dunia menulis. Bila punya masalah sakit hati, Anda bisa menulis standar. Namun bila ingin sembuh dari trauma menulis, stress menulis, maka Anda bisa menggunakan terapi yang ada di buku ini.

Penyakit berbeda-beda, obatnya pun berbeda. Namun tetap, keutamaan obat yang utama adalah untuk penyembuhkan penyakit. Sehingga terapi menulis dari buku ini pun masih bisa seperti terapi menulis lainnya yaitu untuk penyembuhan.

Alasan Pribadi Untuk Melakukan Terapi Menulis

Memang saya ditakdirkan oleh Tuhan memiliki bakat menulis. Tidak perlu belajar menulis lewat pelatihan menulis, saya sudah bisa membuat cerpen dan puisi walau asal-asalan. Ya, saya cukup berbakat.

Namun, apakah saya hanya mengandalkan bakat? Tidak! Saya tetap menguasai skill menulis dengan membaca buku, membaca artikel di internet, dan menghadiri penulisan. Walau tetap, hasil tulisan saya tidak bagus sampai hari ini. Tidak seperti para penulis profesional  Tulisan saya sederhana saja. Tidak mau bagus dan memang tidak bisa bagus. Yang penting, isi bermanfaat dan bisa diterapkan.

Namun, ketika saya mencoba membuat pelatihan menulis (berhubung sudah ngerasa ahli), saya menemukan dan menguji berbagai teknik-teknik menulis yang cukup mengembangkan kemampuan menulis saya sendiri. Kemampuan yang dimaksud adalah kekuatan dan kratifitas berpikir untuk penulisan.

Setelah merenungi teknik yang saya lakukan dan berpikir mengenai manfaat menulis untuk kesehatan, maka terjadilah sebuah gabungan teknik yang bertujuan untuk terapi menulis. Terapi menulis yang akan digunakan untuk para penulis pemula yang mengalami konflik penulisan. Karena bila ingin menjadi penulis buku yang hebat harus didahului dasar yang kuat.

Saya pun berpikir. Ternyata, terapi menulis untuk saya sendiri pun penting digunakan. Karena saya pun memiliki konflik tersendiri dalam hal daya ingat, kelemahan fisik, dan kondisi perasaan yang berhubungan dengan kepentingam menulis.

Bila daya ingat saya lemah tentu yang menjadi Andalan saya adalah daya pikir saya. Nah, dengan melakukan terapi menulis maka saya akan meningkatkan kemampuan, kecepatan dan kekuatan pikiran saya.

Jujur, bila saya disuruh menghafal kosakata bahasa Inggris atau lainnya, saya tidak sanggup. Kesimpulannya, saya tidak sanggup mencoba menghafal kata-kata dalam tulisan atau lisan. Semakin saya berusaha mengingat, semakin banyak yang diingat, justru semakin lemah otak saya dalam menampung informasi. Bukan otak saja yang lemah, otot pun ikut melemah.

Sampai detik ini, ketika menulis buku, saya bukan orang yang hafal ilmu-ilmu orang lain. Intinya, saya bukan orang yang pintar ilmu orang lain walau saya sudah banyak menulis tentang beberapa hal. Sampai saya menyimpulkan bahwa pintar tidak harus mengandalkan membaca buku orang lain.

Namun bila saya harus berpikir sesuai kemampuan saya sendiri, bisa jadi saya menyanggupinya walaupun sampai 200 halaman. Memang tidak semua pembahasan bisa saya pikirkan seperti ilmu Biologi, Fisika dan teman-temanya.

Buku ini adalah bukti nyata bahwa dengan kemampuan, kekuatan dan kecepatan berpikir bisa menghasilkan ilmu-ilmu dari diri kita sendiri. Sebagai pembuktian untuk kevalidan dari hasil berpikir bisa dilakukan dengan cara uji coba. Dan buku yang saya tulis berangkat dari berpikir dan mengujicobakannya.

Di samping daya ingat lemah, fisik pun mengalami kelemahan yang sudah cukup lama. Mungkin ini juga yang menyebabkan daya ingat lemah. Karena fisik lemah, ada gangguan tersendiri dalam hal menulis dan kegiatan belajar lainnya.

Dengan terapi menulis yang saya kembangkan sendiri maka bisa dijadikan olahraga yang tepat untuk penyeimbang antara aktifitas otot dengan aktifitas otak saya. Tidak jarang saya mengalami ketidakseimbangan ketika tidak menggabungkan keduanya. Misal, saya melatih otot dengan latihan angkat beban. Namun karena terlalu melatih otot akhirnya mengalami kesulitan dalam aktifitas berpikir. Sering seperti ini. Begitu juga sebaliknya. Sering melakukan aktifitas berpikir, malah otot menjadi lemah. Itulah.

Di samping konflik mengenai kelemahan daya ingat dan fisik, tentu akan secara otomatis memunculkan konflik lain seperti pesimis, frustasi, stress, tidak semangat dan lainnya. Dan saya mengalami hal ini. Saya menulis tetapi keadaan saya begini, begitu dan keadaan perasaan lainnya.

Tentu dengan terapi menulis, diharapkan akan bisa mengatasi konflik yang bersifat perasaan hati. Namun saya belum sempat melakukan terapi untuk perasaan karena sudah memiliki perasaan positif setelah menemukan terapi menulis. Tetapi, dengan harapan, terapi menulis yang akan saya berikan bisa digunakan untuk orang lain. Walaupun saya belum merasakan terapi menulis untuk perasaan, saya akan memberikan terapi sesuai pada umumnya terapi menulis untuk perasaan.

Kesimpulan Terapi Menulis Versi Bukubercerita.com

Terapi menulis memang untuk kesehatan. Tetapi, terapi menulis bukanlah pengganti pengobatan dokter, terkhusus dokter yang menangani kejiwaan. Terapi menulis hanya sekedar membantu dimana seseorang bisa mengungkapkan isi hati dan pikiran. Pengungkapan isi hati dan pikiran biasanya cukup efektif dalam mengurangi gangguan batin. Jadi, terapi menulis hanya membantu pengobatan. Ibaratnya, terapi menulis bisa diibaratkan buah yang bermanfaat untuk penyembuhan atau pencegahan atas penyakit bila dikonsumsi setiap hari.

Apakah terapi menulis bisa digunakan untuk terapi para penulis pemula yang mengalami gangguan di dalam dunia penulisan? Bisa jadi bisa penulis melakukan terapi menulis di atas. Hal ini, terapi menulis, akan saya jelaskan di pembahahasan berikutnya. Dengan melakukan terapi menulis yang akan dijelaskan, penulis pemula bisa menemukan jalan bagaimana mereka meraktifitas menulis.

Terapi menulis dibutuhkan jika para penulis mengalami gangguan jiwa (gangguan ringan) akibat dunia menulis yang digelutinya.


Perhatian: Dilarang mencopy-paste sebagian atau seluruhnya sebelum izin pemilik blog yang sekaligus penulis. Kecuali anda menulis ulang dengan bahasa yang berbeda dari artikel asli
Tags :

No comment for Seputar Terapi Menulis untuk Mengatasi Konflik Penulisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post to Seputar Terapi Menulis untuk Mengatasi Konflik Penulisan

Terapi Menulis Kreatif Dalam Bayangan

Posted at Maret 13, 2019

Sebelum membahas lebih mendalam, saya ingin bercerita terlebih dahulu awal mula menemukan ide Menulis Kreatif Dalam Bayangan. Waktu itu saya mencoba membaca kitab (buku)... Read More

Terapi Sesuai Konflik Batin Dengan Menulis

Posted at Maret 4, 2019

Konflik batin dalam dunia menulis yang dialami para pemula biasanya yang paling bermasalah adalah di sekitar perasaan hati alias batin. Rasa tidak percaya dengan... Read More

Terapi Menulis Kiat Satu Kata Untuk Kekuatan Fokus

Posted at Februari 21, 2019

Kalau dalam sebelumnya, Anda sudah memahami menulis salah. Menulis salah adalah menulis untuk memunculkan kata dan menulis secepatnya. Namun dalam bab ini adalah teknik... Read More

Teknik Menulis Salah Terapi untuk Pembebasan

Posted at Februari 4, 2019

Teknik menulis yang dahsyat melatih menulis adalah menulis bebas. Anda bebas menulis apapun yang ada di pikiran Anda. Namun, masih dalam pertanyaan, menulis bebas... Read More

Terapi Membaca Buku untuk Menulis

Posted at Januari 13, 2019

Sebagian besar orang menghindar dari yang namanya kegiatan menulis apalagi menulis sebagai pekerjaan. Anda setuju? Kenapa mereka menghidar dari yang namanya menulis? Anda sendiri... Read More